BREAKING NEWS

#NuklirAman

#ResonansiKebaikan

#MudaNuklir

Berdaya Bersama Katantan

 Halo Sobat Nuklir

Kali ini kita akan membahas tentang salah satu produk litbang batan, apakah itu mari kita simak bersama 

Kacang tanah merupakan tanaman yang termasuk dalam jenis polong-polongan, tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia utamanya di wilayah Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Minat dan potensi pemanfaatan kacang tanah di Indonesia tergolong cukup tinggi, bahkan kacang-kacangan menempati posisi tanaman polong-polongan terpenting kedua setelah kedelai.

Katantan 1 Umur 2,5 Bulan di Ciamis

Sudah tidak menjadi rahasia lagi jika kacang tanah memiliki segudang manfaat. Sebab kadungan didalamnya kaya akan lemak, protein, zat besi, vitamin E, kalsium dan masih banyak lagi.

Olahan kacang tanah juga sangat eksis di per-kulineran Indonesia karena rasanya yang enak serta cocok dihidangkan dengan berbagai macam makanan khas dan bisa dibilang cocok dengan selera lidah orang pribumi. Tidak cukup sampai di situ, beberapa kajian dan penelitian menyebutka bahwa kacang tanah dapat bermanfaat sebagai penurun tekanan darah tinggi dan penurun kandungan kolesterol dalam darah, memiliki efek melegakan penyakit hemophilia atau kecenderungan mudah berdarah, serta penyakit keputihan dan insomnia*.

Dengan segudang manfaat tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan pengembangan dan penelitian dalam bidang industri lingkungan dan pertanian terkhusus pada pemuliaan tanaman dengan menggunakan teknik radiasi untuk memperoleh bibit tanaman unggul salah satunya adalah pada bibit kacang tanah.

Pada tahun 2020, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN telah melepas delapan jenis bibit tanaman hasil pemuliaan yaitu tanaman padi, pisang, gandum, sorgum, kapas, kedelai, kacang hijau dan yang tidak ketinggalan adalah kacang tanah. Masing-masing bibit tanaman ini memiliki varietas sendiri-sendiri.

Terkhusus pada bibit tanaman kacang tanah, BATAN memiliki varietas KATANTAN 1 singkatan dari Kacang Tanah BATAN dengan pemulianya adalah Bapak Parno dan Ibu Kumala Dewi. Varietas ini diresmikan pada tanggal 23 Februari 2017 oleh Keputusan Menteri Pertanian RI, nomor 139/Kpts/TP.030/2/2017.

Benih Kacang Tanah Katantan 1 ( Breeder Seed ) per kantong 5 Kg

Menurut yang dirilis dari laman resmi BATAN, KATANTAN 1 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kacang tanah pada umumnya, yaitu potensi panen sebesar 2,73 ton/ha, menghasilkan kacang tanah berpolong tiga, tahan terhadap penyakit karat, serta bebas aflatoxin yang bersifat carsinogenic atau zat yang menyebabkan penyakit kanker. Bibit KATANTAN 1 ini merupakan hasil dari perbaikan varietas kacang tanah dengan teknik radiasi. Terhitung mulai periode Bulan Februari-April tahun 2021, Budidaya Kacang Tanah varietas KATANTAN 1 sedang dilakukan oleh Komunitas Muda Nuklir Nasional pada beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya adalah Ciamis, Jawa Barat dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

 Referensi;

Implementasi Nuklir dalam Bidang Arkeologi

 Halo Sobat Nuklir 

Nah kali ini kita akan memaparkan mengenai implementasi nuklir di bidang arkeologi.  Nah seperti apa sih? 

Eksistensi nuklir yang umum dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan sudah tidak perlu diragukan lagi. Kalau mungkin kemarin-kemarin kita telah mengetahui aplikasi nuklir dalam bidang kesehatan, pertanian, perternakan hingga industri, kali ini kita akan sedikit melebarkan sayap dengan meninjau implementasi nuklir yang kaitannya dengan arkeologi dan peninggalan purbakala.

Seperti yang kita tahu bahwa Radiocarbon dating atau penanggalan radiocarbon merupakan metode yang dimanfaatkan untuk menentukan usia suatu objek yang mengandung materi organic dengan menggunakan sifat radiocarbon atau isotope radioaktif dari karbon. Beberapa sumber menyebutkan bahwa metode ini telah dikembangkan sejak 80 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1940-an oleh Willard Libby, seorang ilmuan asal Colorado, Amerika Serikat.

Karbon 14 (C-14) banyak dihasilkan di atmosfer bagian atas oleh radiasi kosmis. Senyawa utama yang dihasilkan atmosfer yang mengandung karbon adalah CO2, dan sangat sedikit sekali senyawa tersebut yang mengandung C-14. Dalam proses keberlangsungan hidup, C-14 ini diserap oleh makhluk hidup, contoh tumbuhan menyerap C-14 pada saat fotosintesis. Tumbuhan, hewan dan bahkan manusia berada dalam kesetimbangan dengan linkungannya melalui pertukaran karbon baik dengan atmosfer atau melalui makanan yang dikonsumsinya, sehingga C-14 menjadi bagian struktur sel pada semua organisme.

Selama masa hidupnya, jumlah isotope C-14 dalam struktur selnya akan tetap konstan. Barulah ketika organisme tersebut mati, isotope tersebut akan secara perlahan meluruh. Waktu paruh dari karbon-14 ini adalah 5730 tahun. Dari diketahuinya waktu paruh tersebut, sejalan dengan kadar kandungan dalam struktur sel yang masih tersisa untuk mengetahui usia suatu organismenya.

Pelacakan dengan isotop C-14 hanya dapat digunakan untuk menentukan usia sesuatu yang pernah hidup (organisme). Isotop ini tidak dapat digunakan untuk menentukan umur batuan bulan atau meteorit. Untuk benda-benda mati, para ilmuwan kimia menggunakan isotop lainnya, seperti Kalium 40 (K-40). Metode ini juga bisa digunakan untuk mengetahui keaslian dan mencegah pemalsuan fosil atau benda sejarah sejenis dengan pelacakan isotope C-14 tadi.


Referensi;

  1. https://www.ristekbrin.go.id/manfaat-teknologi-nuklir-untuk-pelestarian-cagar-budaya-hingga-tentukan-usia-fosil/

  2. http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/sains-aplikasi-teknologi-nuklir/aplikasi-isotop-dan-radiasi/6261-teknologi-nuklir-untuk-pelestarian-cagar-budaya

  3. Koesrianti. 2016. 2 Sisi Nuklir; Senjata Nuklir dan Kesejahteraan Manusia. Sidoarjo;Zitama Publisher.

  4. Modul pemanfaatan radioaktif http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/yusman-wiyatmo-drs-msi/modulpemanfaatan-radioaktif.pdf


“Dedikasi dan satu-satunya dari diri seorang Marie Curie”

 Halo Sobat Nuklir

Kali  ini mimin akan berbagi informasi terkait Peran Wanita di Dunia Kenukliran. Kuy di simak 😋

Beberapa waktu silam, tepatnya pada tanggal 22 Desember 2020. Komunitas Muda Nuklir Nasional berkolaborasi dengan BATAN dan HIMNI menyelenggarakan acara webinar kolaborasik yang mengangkat tema tentang peranan seorang wanita dalam perkembangan Iptek Nuklir. Jika kita berbicara tentang sosok wanita dan nuklir, tentu nama yang akan muncul adalah sosok Marie Curie. Bernama asli Maria Sklodowska yang lahir di Warsaw pada 7 November 1867. Pertemuannya dengan seorang Pierre Curie, yang merupakan profesor fisika pada 1894 bermuara pada pernikahan mereka di tahun tersebut. Sejak saat itu Maria Sklodowska lebih dikenal sebagai Marie Curie, mendedikasikan hidupnya kepada bidang ilmu fisika dan kimia radioaktif.

Latar belakang keluarga

Kedua orang tua Marie Curie (Sumber : saintssistersandsluts.wordpress.com)

Manya adalah nama panggilan masa kecil dari Marie Curie, dilahirkan dari latar belakang orang tua yang bekerja sebagai guru. Dia merupakan anak kelima dan anak perempuan terakhir dari guru sekolah menengah. Masa kecil Marie sangat sulit karena dia harus menghadapi kematian ibu dan saudara perempuannya. Selain menerima pendidikan pada salah satu sekolah di kotanya dan juga mendapatkan pengajaran sains dari ayahnya. Marie merupakan seorang anak yang cerdas sejak kecil, hal ini terbukti pada saat usia 16 tahun Marie kecil pernah memperoleh medali emas saat menyelesaikan pendidikan keduanya (setingkat SMP).

Masa muda seorang Marie Curie

Marie Curie usia 16 Tahun (sumber: Wikimedia)

Pada saat usianya 16 tahun, orangtuanya hampir kehilangan semua hartanya karena mengalami kerugian saat berinvestasi. Namun karena ambisinya, Manya tidak membiarkan apa pun menghalanginya dalam mendapatkan pendidikan. Setelah lulus SMA pada 1880, dia mengikuti "Floating University" di Warsawa. Ini adalah "sekolah" ilegal dan bawah tanah yang dijalankan oleh anak muda Polandia. Kegiatan belajar mengajar di sekolah ini berpindah-pindah tempat untuk menghindari otoritas Tsar. 

Ketika telah memiliki uang, Maria pun pergi ke Sorbonne untuk kuliah. Di sini, dia mengganti namanya menjadi versi Prancis, Marie. Dia tinggal bersama saudara perempuan dan saudara iparnya, Dr. Kazimierz Dluski.

Awal pertemuan dan penemuan.

Maria Curie dan Pierre Curie (sumber: racontemoilhistoire.com)

                                        
       Pernikahan Marie dengan Pierre menandai dimulainya kemitraan yang akan segera menghasilkan pencapaian penting. Pada 1898, suami-istri Curie mulai tertarik melanjutkan penelitian tentang radiasi yang dipelopori oleh Henri Becquerel. Marie dibantu Pierre berhasil menemukan bahwa radiasi berasal dari peluruhan inti atom yang tidak stabil. Fenomena ini kemudian dia beri nama radioaktivitas. Marie kemudian berhasil menemukan unsur radioaktif pertama yang diberi nama polonium.
Pada 1893, Marie berkesempatan bekerja sebagai peneliti di laboratorium milik gurunya, Gabriel Lippmann. Akan tetapi, tidak sampai satu tahun laboratorium Lippmann menjadi sangat sempit baginya. Dia kemudian meminta bantuan kepada koleganya yang bernama Josef Kowalski-Wierusz agar dicarikan sebuah ruang tambahan. Kowalski lantas memperkenalkan Marie kepada ilmuwan muda bernama Pierre Curie dalam sebuah acara jamuan teh. Keduanya mulai berbincang tentang kegiatan Marie yang malah membuat Pierre sangat terkejut. Dia mulai menaruh hati pada gadis pendiam itu.

        Trombetta dalam tulisannya menjelaskan bahwa polonium dinamai berdasarkan negara Polandia. Marie yang semenjak kecil dikepung perasaan nasionalisme dan patriotisme yang tinggi, merasa dapat menggunakan penemuan tersebut untuk meningkatkan kesadaran tentang perjuangan untuk kemerdekaan Polandia. Pierre yang mengagumi kecerdasan istrinya setuju pada keputusan itu.

Lima bulan setelah polonium ditemukan, Marie dan Pierre kembali menemukan substansi lain bernama radium. Zat radioaktif baru ini dengan cepat menarik perhatian ilmuwan dari pelbagai penjuru Eropa. Akan tetapi, suami-istri Curie enggan memublikasikan temuan terakhir itu karena khawatir jika radium akan disalahgunakan, seperti halnya bahan peledak Alfred Nobel.

Pada Desember 1903, Marie dan Pierre Curie dianugerahi Nobel Fisika atas penelitian mereka terhadap fenomena radioaktivitas. Penghargaan itu dibagi bersama-sama dengan Henri Becquerel yang telah lebih dahulu memelopori penelitian yang sama. Marie Curie menjadi perempuan pertama dalam sejarah yang menerima penghargaan ini, kendati dia dan suaminya menolak datang ke Stockholm karena Pierre terlalu lemah untuk bepergian jauh.

Perjuangan hingga akhir hayat

Dedikasi seorang Marie Curie (sumber: mariecurie.org.uk)

Kematian mendadak Pierre tidak hanya menjadi pengalaman pahit bagi Marie, melainkan juga menjadi titik balik paling menentukan dalam karier dan kehidupannya. Marie bekerja semakin keras bagi perkembangan ilmu pengetahuan demi menutupi rasa depresinya. Dia menolak uang santunan yang diberikan pemerintah Prancis dan mengatakan akan menghidupi anak-anaknya seorang diri.Diduga akibat paparan radiasi, kesehatan Pierre sempat naik-turun. Marie bahkan disebutkan suka menyimpan bongkahan radium di saku jas labnya. Keduanya bukan berarti tidak menyadari bahaya jangka panjang radium. Belum sempat efek samping radium diteliti lebih jauh, Pierre meninggal dunia akibat tertabrak kereta kuda yang kelebihan muatan di jalanan Paris pada 19 April 1906.

Di tahun yang sama, Marie diangkat menjadi profesor pertama di almamaternya, Universitas Sorbonne. Setelah berhasil mendirikan akademi untuk meneliti radium di Paris, Marie menerbitkan risalah radioaktivitas setebal 971 halaman yang kemudian menjadi karya terpentingnya. Disusul dengan keterlibatannya dalam Konferensi Internasional Solvay untuk Fisika dan Kimia di Belgia tahun 1911.

Tidak butuh waktu lama sampai para ilmuwan laki-laki mengakui kemampuannya. Fisikawan terkemuka seperti Ernest Rutherford, Albert Einstein, Paul Langevin, and Max Planck, terang-terangan menyanjung hasil kerja Marie. Albert Einstein bahkan menyebut Marie bekerja terlalu keras hingga membuat “jiwanya seperti tiram yang tidak bisa mengekspresikan kegembiraan atau rasa sakit.”

Meninggal karena leukimia

Seorang perempuan yang tangguh (sumber: nobelprize.org)

Sepanjang hidupnya, Marie Curie dikenal sebagai ilmuwan perempuan paling produktif dan meninggalkan banyak catatan penting. Namun demikian, tidak sembarang orang bisa membaca dokumen pribadinya, mulai dari buku memasak sampai surat-surat penting yang sebagian disimpan di perpustakaan nasional Prancis.Akibat terlalu sering melakukan kontak langsung dengan unsur-unsur radioaktif. Radiasi sinar radium yang berlebih memberi dampak negatif bagi tubuhnya, ia mengidap kanker leukimia. Pada tanggal 4 Juli 1934 di Haute Savoie, Curie mengembuskan napas terakhirnya.

Belakangan, dia baru menemukan bahwa seluruh barang-barang pribadi Marie Curie beserta suaminya disegel dalam kotak timah. Setelah lewat hampir 100 tahun, barang-barang peninggalan Marie Curie dipastikan masih mengandung paparan radiasi berbahaya.

Pemuda dalam Sosialisasi IPTEK Nuklir

Halo Sobat Nuklir!

Nah kali ini mimin mau menyampaikan sekilas terkait Webinar Kolaborasi antara HIMNI, Batan dan Kommun dengan tema "Pemuda dalam Sosialisasi IPTEK Nuklir". Kuy mari kita simak.. 😋

 

Kesesahan dari Firda Tri Lestari ( Kordinator Wilayah Kommun Tangerang Selatan) sebagai calon guru 😁

Keresahan sebagai calon guru terhadap Implementasi Pendidikan Terhadap Sosialisasi IPTEK Nuklir.

1.     Kurangnya materi IPTEK Nuklir dalam standar isi kurikulum

Berbicara tentang Pendidikan tidak terlepas dari kurikulum. Kurikulum menjadi modal utama dalam sebuah pembelajaran, dari tahun ke tahun kurikulum selalu mengalami perkembangan dan perubahan. Pendidikan IPTEK Nuklir ini sudah dimuat dalam Kurikulum atau pelajaran IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia) terutama pada jenjang SMA. Permasalahan yang diasumsikan terjadi itu berkaitan dengan kurikulum, apakah materi IPTEK Nuklir ini dalam standart isi telah memadai, apakah metode pembelajaran telah menunjang dalam penyampaian IPTEK Nuklir.

Hal inilah yang menjadi latar belakang masalah menjadi calon guru. Yang pertama adalah Kurangnya materi IPTEK Nuklir, Materi nuklir dalam pembelajaran kimia itu masih ada di kurikumlum KTSP, akan tetapi semenjak kurikulum KurTiLas diberlakukan akhirnya materi radioaktifitas sudah hilang dan hanya di kelas 10 saja materi tentang atom dan  kestabilan atom. Dan yang ke-dua adalah Metode dan Media Pembelajaran belum menunjang dalam penyampaian IPTEK Nuklir.

2.      Pemuda Edukasi Nuklir

Yang pertama, Bahan ajar IPTEK Nuklir belum diketahui secara umum, sebagai Pemuda Edukasi Nuklir harus punya persiapan untuk mengedukasi masyarakat. Kita harus tau bahan ajar IPTEK Nuklir yang sudah dikembangkan itu seperti apa. Ke-dua , Media Edukasi IPTEK Nuklir jarang digunakan pada saat sosialisasi. Ke-tiga, belum bisa mensosialisasikan Nuklir sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari,.

Saran

  • Menggunakan media edukasi IPTEK Nuklir sederhana 
  • Menggunakan Metode dan pendekatan yang bisa diintegrasikan IPTEK Nuklir 
  • Mengenali dan membuat bahan ajar IPTEK Nuklir 
  • Menyebarluaskan IPTEK Nuklir sesuai disiplin  ilmu yang dipelajari

Penyampaian Materi Oleh Fitriyuni Miralda S, S.Pd

“Sosialisasi IPTEK Nuklir Dalam Dunia Pendidikan”

Berbicara tentang Pendidikan Nuklir di sekolah, ada 8 Kompetensi Global (8 Global Competencies) yang harus dikuasai oleh seluruh peserta didik.

Basic

  • Struktur Atom
  • Radiasi  
  • Reaksi Fisi dan Fusi 
  • Dampak radioaktif pada Lingkungan
  • Sejarah IPTEK Nuklir
  • Risk and Safety

Aplikasi 




  • Aplikasi pada sumber energi Kesehatan, industri, pertanian dan lingkungan
  • Karir di Bidang Nuklir

Pendidikan Nuklir di Indonesia sudah banyak yang di reduksi (dikurangi) tapi bukan menjadi hal yang kemudian menjadi masalah untuk kita (guru). Hal tersebut menjadi tantangan untuk para guru, bagaimana mereka bisa menyampaikan informasi kepada peserta didik agar tidak kekurangan satu informasi apapun bisa dengan pendekatan, metode, dsb. Untuk mengubah mindset peserta didik yang salah pemahaman terkait Nuklir dapat disosialisasikan dengan mengenalkan benda atau hal-hal yang dapat memaparkan radiasi yang ada disekitar kita.

Jika di Indonesia ada Pendekatan saintifik (5M) disana lebih di kenal dengan 5E (Engage , Explore, Explain, Elaborate, Evaluate) lalu di tambah lagi dengan (Elicit dan Extend) menjadi 7E. Elicit adalah Ketika kita mencoba mengambil materi dari pembelajaran yang lalu agar mereka mengingat, hal ini bebarengan dengan Engage  di sini biasa diberikan berupa video, secret bag. Explore disini mereka bisa mengeksplorasi internet, jurnal, buku paket . Explain jika mereka sudah mendapat informasi dari semua itu mereka akan saling menjelaskan nanti akan didapat konsepnya infonya yang benar-benar valid dan kesimpulan yang pas. Elaborate  dia bisa meneliti kembali agar materinya terkerucut. Evaluate bisa siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru ke siswa atau dengan expert. Extend jika sudah didapat konsep yang benar mereka bisa memperpanjang lagi misalnya mereka menggabungkan dengan mata pelajaran lain . Pendekatan terhadap Pembelajaran Nuklir  sebaiknya ada STEM ( Science, Technology, Engineering, and Math) yakni melaksanakan pembelajaran yang bisa membentuk karakter peserta didik. Karakternya adalah sebagai berikut :

  • Mengenali sebuah konsep atau pengetahuan (Science) 
  • Menerapkan pengetahuan tersebut dengan keterampilan (Technology) 
  • Menciptakan atau Merancang suatu cara (Engineering) dengan 
  • Analisa dan  berdasarkan perhitungan data matematis (Math)  dalam rangka memperoleh solusi atas penyelesaian sebuah masalah

Pendekatan STEM 

Konsep -> Menerapkan -> Menciptakan -> Analisa-> Solusi

 

Penyampaian Materi Oleh Adipurwa Muslich, S.Si

“Edukasi Nuklir”

 

✅Program Edukasi Nuklir

  • Informasi Berimbang, informasi yang ada di program edukasi adalah tentang bagaimana kita mewujudkan bahwa nuklir memiliki banyak manfaat sekaligus menjelaskan risikonya yang bisa kita tangani.
  • Sistem Edukasi Formal, ketika ingin memasuki domain edukasi BATAN tidak bisa sendiri oleh karena itu dilakukan kolaborasi ± 10 tahun dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan KEMENDIKBUD (Mereview dan mengajukan Proposal tentang kurikulum IPTEK Nuklir). 
  • Pemain Kunci, yang bisa menyampaikan bahwa nuklir tidak hanya sebagai bom atom akan tetapi masih memiliki manfaat yang besar, yang harus diketahui oleh para siswa. 
  • Investasi Jangka Panjang

✅Ragam Aktivitas

✒Kerjasama Kurikulum  

  • Melakukan secara sistemik, mencoba mereview melihat seperti apa topik-topik nuklir yang ada di dalam buku pelajaran siswa SMA IPA. Hasilnya adalah banyak topik yang terlalu sulit untuk dipelajari, kemudian masih berfokus kepada hal yang bersifat rumit, dan tidak adanya contoh bahwa nuklir dapat diaplikasikan.
  • Penataan Topik Nuklir, dengan cara purpose perubahan atau revisi kurikulum, mengharapkan agar ada kurikulum nuklir.
  • Produksi Buku Pintar

 ✒Penguatan Kapasitas

  • Pelatihan Guru IPA
  • Pengetahuan radiasi
  • Aplikasi nuklir
  • Sharing bahan ajar
  • Teknik mengajar inovatif
  • Kupas kurikulum
  • Workshop guru/educator 
  • IAEA RAS0079
  • Introduksi nuklir bagi guru dan siswa se- Asia dan Pasifik 
  • Pembuatan bahan ajar, praktikum 
  • Regional Training Course 
  • Pembuatan Lesson Plan topik nuklir

Nuclear Goes To School 

  • Guest teacher 
  •  Eksperimen sederhana, memberikan pemahaman bahwa kita hidup bersama radiasi 
  • Edu – games

✒Kunjungan Edukasi

  •  11.OOO orang per tahun
  • Siswa, guru dan mahasiswa
  • Presentasi, diskusi, lab/facility visit, lembar tugas sekolah

Beasiswa Preservasi (meningkatkan minat generasi muda untuk belajar Nuklir dan kemudian hari   menjadi bagian dari ketenaga nukliran)

  • Menjaga regenerasi keilmuwan
  • Diaspora SDM nuklir
  • Mengenalkan prospek karir
  • Embrio Kommun

 ✒Produksi Materi

Augmented Reality

Virtual Reality

Eksperimen Cloud Chamber

Cara kerja PLTN

Tour Digital Reaktor  G.A Siwabessy

Untuk melihat jejak partikel radiasi

Mutasi DNA

Praktikum dengan benda sederhana

Terapi Kanker

Dapat dilakukan di kelas

Iradiasi Pangan

Ionisasi, jenis partikel, dll

Aman digunakan (tanpa sumber RA)

 

✒Impact

Kerjasama dengan sektor pendidikan menghasilkan efek sistemik

 

✒Langkah Kedepan

  1. Fokus pada penguatan kapasitas dan kerja sama sektor akademi 
  2. Optimalisasi Digital
  • Kunjungan virtual
  • Nusaki Eduland 
    • Pelatihan guru virtual (web) 
    • Pojok Ilmu 
    • Tutorial eksperimen sederhana 
    • Pemanfaatan nuklir
  • Kalkulator Radiasi (web)

Penyampaian Materi Oleh Ir. Ester Wijayanti, M.T

"Pendidikan Tinggi dalam Sosialisasi IPTEK Nuklir: Peran Program Studi Teknik Nuklir UGM"

  • Sebenarnya, Nuklir itu ada didalam tubuh manusia. 
  • Tubuh manusia itu memancarkan radiasi, yang berarti mengandung radioaktif. 
  • Di perguruan tinggi (khususnya prodi Nuklir), mempunyai kewajiban untuk melakukan diseminasi nuklir.
  1. Sosialisasi IPTEK Nuklir melalui Pendidikan ( Kognitif, Afektif, dan Psikomotor)
  2. Sosialisasi IPTEK Nuklir dibidang Penelitian
    • Advanced nuclear reactor 
    • Limbah radioaktif
    • Fisika medis
    • Nuclear safety, Security, and Safeguards
    • Lingkungan
    • Instrumentasi, Sensor, dan Telekontrol

  3.  Sosialisasi IPTEK Nuklir melalui Pengabdian Masyarakat
  • Melakukan penyuluhan tentang nuklir. Topik penyuluhan tersebut, diantaranya: Teknologi nuklir, PLTN, Bahan nuklir, Pengolahan sumber radiasi dan Pemanfaatan sistem deteksi, dsb 
  • Menyebarkan informasi tentang IPTEK nuklir melalui radio swasta di Yogyakarta. 
  •  Melakukan diseminasi IPTEK nuklir serta Pelatihan keamanan nuklir. 
  • Membuat buku pedoman praktis tentang radiologi, radioterapi, dan kedokteran nuklir, juga membuat buku saku tentang keamanan nuklir.

 

 

 

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes