BREAKING NEWS

Nuclear Youth Summit 2015

Coming soon,

Tanah Jarang, Harta Karun di Timah RI untuk Bikin TV Plasma Hingga Nuklir

Jakarta - Tak banyak yang tahu, pasir timah yang sering diselundupkan di Bangka Belitung, mengandung tanah jarang (rare earth), yang bernilai tinggi. Tanah jarang yang salah satunya disebut monazite, bisa digunakan untuk partikel nuklir hingga komponen elektronik. 

PT Timah‎ Tbk menyimpan banyak tanah jarang yang juga disebutnya mineral ikutan ini di tambang Bangka Belitung. Direktur Utama PT Timah, Sukrisno mengatakan, tanah jarang disebut mineral ikutan karena pada dasarnya unsur tersebut ada di sejumlah pasir-pasir timah yang ditambang.

"Tanah jarang atau rare earth ini mineral ikutan, dari proses pemurnian timah itu kan diayak istilahnya dimurnikan, dan mineral pasir itu mengandung tanah jarang, atau monazite namanya," tutur Sukrisno, kala berbincang dengan detikFinance, Minggu (28/6/2015). 

Sukrisno mengatakan, tak hanya timah yang bisa digunakan untuk komponen elektronik, monazite atau tanah jarang ini pun adalah komponen penting pada sejumlah barang elektronik. 

"Bisa dipakai untuk TV Plasma itu juga," tuturnya.

Selain itu yang paling penting adalah keguanaannya untuk partikel nuklir, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Monazite, lanjut Sukrisno, mengandung beberapa unsur nuklir, seperti thorium dan uranium‎ yang jelas mengandung radioaktif.

"Itu bisa digunakan untuk nuklir, PLTN, Jepang juga pakai itu," tuturnya.

(zul/dnl)
dikutip dari: http://finance.detik.com/industri/2954555/tanah-jarang-harta-karun-di-timah-ri-untuk-bikin-tv-plasma-hingga-nuklir

Sosialisasi Reaktor Daya Eksperimental, STTN - BATAN Yogyakarta


Sedang berlangsung sosialisasi Reaktor Daya Eksperimental High-Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR) 10 MWth di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - BATAN Yogyakarta

IAEA: Pelatihan Profesional Muda di Reaktor Riset

2 June 2015 | The IAEA assisted Indonesia and Malaysia to host a hands-on training course focused on building nuclear competence in the Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) region on operating research reactors. Eleven young professionals attended the course, which was organized jointly by the National Nuclear Energy Agency (BATAN) of Indonesia and Malaysian Nuclear Agency (MNA), in cooperation with the IAEA.

The joint training course, entitled “Nuclear School Experiments on Reactor Physics and Neutron Applications for Asia Pacific Region”, was held from 30 March to 10 April 2015. Aimed at developing technical skills and providing basic background on nuclear reactor physics via research reactor experiments, the programme included practical experiments at two TRIGA research reactors (KARTINI in Indonesia and PUSPATI in Malaysia).


The IAEA provided financial support for the participation of professionals with basic nuclear experience from Bangladesh, Cambodia, Indonesia, Iraq, Malaysia, Thailand and Viet Nam. The participants will be able to use their newly required skills in future or current nuclear reactor activities in their countries.

The course was conducted as a follow-up to the “Training Course on Education and Training to Support Nuclear Power Programmes in APEC Economies”, held in Malaysia in August 2013.

IAEA Member States recognize the need for skilled and trained professionals to manage future nuclear power programmes or non-power applications of nuclear technology. The Research Reactors Section of the IAEA Department of Nuclear Energy assists Member States to create a pool of experts capable of carrying out nuclear research, as well as building, operating and maintaining nuclear facilities. The IAEA Peaceful Uses Initiative project on Increasing the Global Supply of Nuclear Education and Training Programmes Through Research Reactor Facilities, with financial support from the United States of America, supports this objective.

- By Judy Vyshniauskas, IAEA Department of Nuclear Energy

dikutip dari: https://www.iaea.org/OurWork/ST/NE/NEFW/News/2013/repository/2015-06-02-RRS-Training-young-professionals.html

Indonesia di Atom Expo, Moskow, Rusia


Moskow - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) salah satu yang diundang dalam Atom Expo di Moskow, Rusia. Kepala BATAN Djarot Wisnubroto pun hadir menjadi salah satu panelis.
Jadi Panelis di Diskusi Atom Expo, Kepala BATAN Bicara Nuklir di RI

Dalam Atom Expo yang ke VII ini digelar pada 1-3 Juni ini, Djarot mengungkapkan mengenai perkembangan nuklir di Indonesia.

"Kami mempunyai program nuklir untuk riset," kata Djarot, Senin (1/6/2015).

Indonesia memiliki tiga reaktor riset di Bandung, Yogyakarta, serta di Serpong. Dalam diskusi panel itu juga ada Presiden of The Japan Atomic Industrial Forum Takuya Hattori, Former Secretary for Nasional Energy Policy USA, Daniel Poneman, CEO ROSATOM Sergey Kirienko, Minister of Federal Planning, Public Investmen and Servicer Argentina Julio Miguel de Vido dan lainnya.

"Tahun lalu ada publik survei, dan 72% masyarakat mendukung PLTN, kami menunggu pemerintah," jelas Djarot.

Menurut dia juga, penggunaan nuklir untuk listrik ini akan membantu dalam pengurangan emisi karbon pada 2020 seperti yang dicanangkan Kementerian ESDM.

"Kami adalah negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia, 240 juta. Kami membutuhkan listrik untuk industri yang terus tumbuh," tutur dia.


(Indra Subagja/Rista Rama Dhany)
dikutip dari: http://finance.detik.com/energi/2931506/jadi-panelis-di-diskusi-atom-expo-kepala-batan-bicara-nuklir-di-ri

RI-Rusia Tandatangani Kerjasama Pengembangan Nuklir

Moskow - Perwakilan Indonesia, yakni dari Badan Atom Nasional (BATAN) dan BUMN Rusia yang membidangi nuklir ROSATOM menandatangani MoU.

Bertempat di Atom Expo, Moskow, Selasa (2/6/2015) sore, dari pihak Indonesia diwakili Kepala BATAN Djarot Wisnusubroto dan dari pihak ROSATOM diwakili The First Deputy CEO Kirill Komarov.


"Kami mendukung penuh komitmen BATAN untuk mengembangkan teknologi nuklir di Indonesia," kata Komarov.

Sesuai MoU itu, BATAN dan ROSATOM secara intensif akan bekerjasama dan menerapkan teknologi nuklir Rusia di Indonesia.

Sedang menurut Kepala BATAN Djarot Wisnusubroto, MoU ini menawarkan pengembangan infrastruktur, peningkatan SDM, dan kajian listrik untuk nuklir.

"Kami harap ROSATOM mensuport kami," tutup Djarot.

ROSATOM melalui anak usahanya telah memenangkan proyek desain untuk reaktor riset nuklir. Pengembangan reaktor itu dilakukan di Serpong, Tangerang.

(Indra Subagja/Angga Aliya)

dikutip dari: http://finance.detik.com/energi/2931666/ri-rusia-tandatangani-kerjasama-pengembangan-nuklir

BATAN: Sosialisasi Reaktor Daya Eksperimental



dikutip dari: instagram BATAN di @badan_tenaga_nuklir_nasional

BINCANG BINCANG NUKLIR: "NUCLEAR, WELFARE or WARFARE?

Katanya nuklir itu bisa menghasilkan energi yang besar dan listrik yang murah grin emoticon
Tapi, gimana dengan radiasinya? Kan bahaya banget! 
Belum lagi nuklir bisa dijadiin bom dan senjata yang dapat menghancurkan dunia gasp emoticon



Yuk omongin seputar nuklir di BINCANG BINCANG NUKLIR "Nuclear, Welfare or Warfare?" 
pada:
hari: Selasa, 10 Maret 2015
tempat: Selasar Barat KPFT (Kantor Pusat Fakultas Teknik) UGM
pukul: 16.00 WIB.

Tinggal dateng aja, gratis! 
Dapatkan PIN, snack, dan pengetahuan tentang bahayanya nuklir! :D
See you there!
CP: 
083826565173 (Aliza)
KOMMUN UGM

Open Recruitment KOMMUN 2015

Pagi ini kami mngabarkan berita bahagia kepada sahabat nuke semua,
Hari ini KOMMUN oprec,
Ayo bergabung bersama kami!


 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes