Small Modular Reactor Untuk Negara Kepulauan


[Nuclear Trivia]

International Atomic Energy Agency (IAEA) mendefinisikan, SMR sebagai sistem PLTN yang dapat memproduksi listrik hingga 300 MW yang dapat dengan mudah dikirim dan dipasang sesuai pesanan permintaan. SMR merupakan teknologi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan kebutuhan energi bagi negara-negara yang kapasitas jaringan listriknya belum memadai untuk PLTN skala besar, seperti yang terdapat pada beberapa negara berkembang termasuk Indonesia.

SMR tidak membutuhkan infrastruktur yang kompleks dalam pengoperasiannya. SMR dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk membangun dan perawatan reaktor nuklir skala besar. Pada aspek keselamatannya, desain SMR dapat menggabungkan suatu sistem fitur keselamatan pasif, di mana PLTN besar tidak dapat melakukannya. Juga lebih dapat menghemat lahan untuk membangun SMR, sebab volumenya yang tidak memakan banyak ruang.

Studi SMR di Indonesia, sudah dimulai sejak 2001 dengan mempelajari reaktor daya terapung KLT-40 dan reaktor baterai. Di ITB dikembangkan desain reaktor SPINNOR (Small Pb-Bi Cooled Non-Refueling Nuclear Power Reactor). Di UGM dikembangkan desain reaktor PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor). Di BATAN dikembangkan juga salah satunya adalah reaktor gas yang dikenal dengan RGTT-200, yaitu reaktor gas temperatur tinggi dengan daya 200 MW.

Penasaran cerita lebih lanjutnya, Yuk Buka di http://www.kommun.or.id/teknologi-nuklir-untuk-ketahanan-energi-nasional/

#KomunitasMudaNuklirNasional
#NuclearTrivia
#ResonansiKebaikan

No comments:

Post a Comment

Pages