Bincang-Bincang Nuklir (BBN) KOMMUN Wilayah Malang

Berdasarkan hasil rapat kerja Komunitas Muda Nuklir Nasional (KOMMUN) yang dilaksanakan di Semarang pada 10 Maret 2018 lalu, salah satu program kerja KOMMUN yang ditetapkan adalah Bincang-Bincang Nuklir (BBN). Salah satu wilayah yang telah melaksanakan BBN adalah KOMMUN Wilayah Malang. Bincang-bincang atau diskusi dilakukan secara online melalui grup WhatsApp pada tanggal 20 April 2018 pukul 19.00 - 21.00 WIB.

BBN yang dilaksanakan oleh KOMMUN Ngalam, sebutan bagi KOMMUN Wilayah Malang, mengambil tema "Swasembada Beras Hitam? Why Not?". Diskusi dipandu oleh Zakaria Itaka sebagai moderator dan pembahasan materi yang mendalam disampaikan oleh Wijaya Murti Indriatama, SP, M.Si. Adapun peserta BBN KOMMUN Ngalam berjumlah lebih kurang 207 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Wijaya Murti menjabarkan mengenai prospek pemuliaan padi hitam lokal melalui induksi mutasi. Masalah ketahanan pangan menjadi latar belakang dipilihnya tema ini, di mana Indonesia yang merupakan negara agraris harus mengimpor beras sebanyak 844.163,7 juta ton pada tahun 2014. Hal ini terjadi karena tingginya kebutuhan beras yang disebabkan besarnya jumlah penduduk serta alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan fungsi lainnya. Perubahan cuaca yang tidak stabil dan hama penyakit juga turut menurunkan produksi beras Indonesia.

Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan impor beras adalah dengan meningkatkan produksi padi per satuan luas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas padi unggul yang memiliki kualitas baik, daya hasil tinggi, serta tahan terhadap perubahan cuaca dan hama penyakit. Namun, varietas unggul ini dapat menggeser keberadaan padi lokal yang secara alami sudah teruji kualitas dan daya tahannya dalam kurun waktu yang lama dan disukai oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, padi lokal perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Salah satu di antara varietas padi lokal yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi adalah padi beras hitam yang diyakini memiliki manfaat yang jauh lebih baik dibandingkan beras merah dan beras putih. Hanya saja padi beras hitam masih memiliki kelemahan seperti umur tanaman yang panjang (lebih dari 145 hari) dan postur yang tinggi (di atas 150 cm). Kelemahan ini dapat diatasi dengan iradiasi sinar gamma untuk menghasilkan induksi mutasi.


No comments:

Post a Comment

Pages