BREAKING NEWS

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Dalam CT (Computed Tomography) Scan terhadap Diagnosis Covid-19

Halo Sahabat Nuklir!


Desember 2019 wabah besar infeksi coronavirus baru terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada manusia, coronavirus adalah di antara spektrum virus yang menyebabkan flu biasa dan penyakit pernapasan yang lebih parah — khususnya, severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East respiratory syndrome (MERS), yang memiliki tingkat kematian 10% dan 37 %, masing-masing, baik SARS maupun MERS adalah infeksi zoonosis.
Novel coronavirus yang bernama severe acute respiratory syndrome corona-virus 2 (SARS-CoV-2) oleh Komite Internasional tentang Taksonomi Virus menyebabkan wabah pneumonia di Cina. Penyakit yang disebabkan oleh virus, yang dinamai penyakit coronavirus (COVID-19) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dapat menyebar melalui kontak antar manusia. Pada 30 Januari 2020, WHO mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat global terhadap wabah COVID-19. Pada 19 Februari 2020, beberapa kasus COVID-19 telah dikonfirmasi di 24 negara lain termasuk Thailand, Australia, dan Amerika Serikat. Sekarang wabah penyakit ini sangat lah di takuti oleh semua negara karena proses penyebaran yang begitu cepat dan memberikan efek yang sangat berpengaruh bagi kesehatan terutama dalam system pernapasan manusia. Termasuk di Indonesia sendiri virus ini sangat membuat khawatir masyarakat sehingga perlu kesiapsiagaan dalam menanggapinya.Jika sudah terkena virus ini, maka sikap kewaspadaan adalah hal yang terpenting agar proses penyebaran nya bisa di kurangi. Dengan berbagai aspek, tenaga kesehatan dan alat-alat kesehatan adalah hal yang paling utama dipersiapkan agar orangyang terjangkt dengan virus ini bisa di atasi dengan baik.
Teknologi terus berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman salah satunya teknologi nuklir. Nuklir tidak selalu berbicara tentang bom, tetapi sangat bermanfaat dalam kehidupan salah satunya di bidang kedokteran nuklir. Dalam bidang kedokteran, banyak sekali alat-alat kesehatan yang memanfaatkan teknologi uuklir dan salah satunya adalah CT-Scan. CT-Scan digunakan untuk mendiagnosis penyakit dalam tubuh manusia. Berdasarkan hal tersebut berikut pembahsan pemanfaatan teknologi nuklir dalam CT-Scan terhadap diagnosis COVID-19.
Corona Virus  (COVID-19)
COVID-19 adalah Corona Virus Disease adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus (World Health Organization). Sebagian besar orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Gejala orang yang terinfeksi virus ini ditandai dengan batuk-batuk, demam, sesak nafas, dan tubuh menjadi lemas. Penyakit ini mudah menularr sehingga perlu mengantisipasi agar proses penyebarannya teratasi. Untuk mencegah penularan yaitu lindungi diri sendiri dan orang lain dari infeksi dengan mencuci tangan dengan sabun, dan tidak bersentuhan.

Corona Virus

Beberapa riset menyebutkan Virus COVID-19 menyebar melalui droplet dan mucus yang keluar dari saluran pernapasan lewat batuk atau bersin.

Ketahanan Virus Corona pada berbagai media
 Saat ini, tidak ada vaksin atau perawatan khusus untuk COVID-19. Namun, ada banyak uji klinis yang sedang berlangsung mengevaluasi perawatan potensial. WHO akan terus memberikan informasi terbaru segera setelah temuan klinis tersedia.
CT (Computed Tomography) Scan  
CT (computed tomography) Scan merupakan alat yang digunakan untuk pencitraan diagnosis dalam bidang nuklir. Prosedur kerja alat ini yaitu  menggabungkan serangkaian gambar X-ray yang diambil dari berbagai sisi di sekitar tubuh seseorang.  CT-Scan melakukan diagnosis dengan menunjukkan hasil yang akurat dan aman dengan menggunakan radiasi yang dipancarkan kepada pasien. Cara pemeriksaan menggunakan komputer untuk membuat gambar cross-sectional tulang, hasilnya dengan menunjukkan gambar yang lebih detail dan akurat.

CT (Computed Tomography) Scan

Peralatan ini dapat memberikan dampak yang signifikan dalam proses diagnosis suatu klinis. CT-Scan juga bermanfaat dalam mendiagnosis penyakit Virus Corona (COVID-19) hal ini ditandai dengan rendahnya tingkat kesalahan diagnosis dari hasil pemeriksaan COVID-19 yaitu 3,9%, dari 2/51 orang. Karena cepatnya penularan COVID-19 sehingga perlu dilakukan tindakan yang cepat serta memiliki keakuratan yang tinggi untuk pemeriksaan dan salah satunya memanfaatkan teknologi CT-Scan. Alat ini digunakan untuk melihat langsung organ dalam tubuh manusia yang terjangkit COVID-19. Karena virus ini menyerang bagian paru-paru, maka CT-Scan digunakan untuk mendiagnosis organ paru-paru yang terinfeksi virus ini.  Menurut Komisi Kesehatan Hubei bahwa, penggunaan CT-Scan dalam diagnosis COVID-19 bisa membuat pasien mendapat penangan lebih cepat dan konsiten. Melalui teknologi ini dapat membantu mempercepat proses diagnose dari pasien, serta segera mungkin bisa untuk dilanjutkan pada tahapan pemeriksaan selanjutnya untuk proses penyobatan maupun penyembuhan dari pasien.  

Hasil Gambaran CT-Scan pasien yang terjangkit Covid-19
Maka dapat disimpulkan bahwa Teknologi Nuklir sangat bermanfaat bagi kesejahteraan terutama dalam bidang kedokteran. Dengan adanya CT-Scan dalam menangani kasus COVID-19 yang marak terjadi, dapat membantu mempercepat proses pemeriksaan dan hasilnya juga akurat.
Referensi
Coronavirus.(2020)Retrieved March 27, 2020, from https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
CT Scan. (2020).Retrieved March 28, 2020, from https://www.halodoc.com/kesehatan/ct-scan
Li, N. Y. (2018). Parkwey Health Radiology. Retrieved March 30, 2020, from https://www.gevme.com/sites/radiologyasia-2018/sites/default/files/Ng Yuen Li.pdf
Li, Y., & Xia, L. (2020). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Role of Chest CT in Diagnosis and Management. AJR. American Journal of Roentgenology, (June), 1–7. https://doi.org/10.2214/AJR.20.22954
Putra, A. A. (2020). Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda-benda? Ini Penjelasannya! Retrieved March 30, 2020, from https://jogja.idntimes.com/health/medical/alfonsus-adi-putra-alfonsus/infografis-ketahanan-virus-corona-di-benda-berbeda-regional-jogja/full

Tim Redaksi 
Kommun




Mengenal Radiasi yang Terkandung di dalam Buah Pisang

Hai Sahabat Nuklir!
Oleh Azizahnur Abdullah

Pisang (Musa Paradisiaca) merupakan tanaman buah yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat khususnya di Indonesia. Indonesia adalah penghasil pisang terbesar di Asia (Suhartini, 2012). Sebagai buah yang tumbuh subur, tanaman ini juga sering menjadi tanaman yang paling banyak ditanam oleh ppara petani, karena tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tahukah kamu bahwa pisang terdapat kandungan zat radioaktif?. Pisang mengandung zat radioaktif dari alam. Semua benda yang ada di alam mengandung zat radioaktif termasuk tubuh manusia. Apakah radiasi itu selalu membahayakan bagi manusia? Radiasi ada yang berbahaya dan ada yang tidak. Berbagai macam radiasi tidak akan berbahaya bagi tubuh manusia, karena banyak jenis radiasi yang sangat bermanfaat bagi manusia. Perlu kalian ketahui bahwa radiasi sangat dekat dengan lingkungan sekitar yang bersumber dari radiasi alam. Jenis-jenis radiasi yang berasal dari alam yaitu radiasi kosmik, radiasi teresterial dan radiasi internal. Radiasi kosmik bersumber dari matahari, dimana merupakan reactor alam terbesar yang kita terima setiap hari. Radiasi terrestrial yaitu radiasi alam yang berasal dari berbatuan dan radiasi internal yang terdapat dalam tubuh manusia dengan memancarkan radiasi secara alami. Radiasi angatlah dekat dengan kehidupan, kenapa mesti takut sama radiasi. Benda yang kita konsumsi sehari-hari juga mengandung radiasi, contohnya buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan lain-lain. Tanpa kita ketahui bahwa tubuh kita telah menyerap banyak radiasi yang berasal dari makanan, salah satunya mengkonsumsi buah pisang. Pisang merupakan jenis buah yang mengandung radiasi dari alam.  Dalam buah pisang terdapat zat radioaktif yaitu mengandung Kalium (K-40). Sebelumnya kita kenali dulu seperti apa K-40 itu sendiri.
Kalium 40 (K-40) atau bisa di sebut Potassium merupakan zat radioaktif paling banyak dan paling umum berada dalam tubuh manusia dan makanan. K-40 jika berdasarkan massanya (0,2%) berada dalam tubuh manusia artinya jika mempunyai berat badan 60 Kg maka tubuhnya mengandung 120 g kalium atau setara dengan 4.000 Bq. Berikut table zat radioaktif dalam tubuh manusia.
(Sumber: Badan Tenaga Nuklir Nasional)

Jumlah K-40 akan berkurang seriring dengan bertambahnya usia. Berdasarkan sumber bahwa kalium atau potassium adalah salah satu zat mineral yang penting bagi organ tubuh manusia seperti jantung atau ginjal agar dapat berfungsi secara normal. K-40 banyak ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Untuk memenuhi zat mineral dalam tubuh, salah satunya sering mengkonsumsi buah pisang.

Menurut Heru dalam Suranto (2020) bahwa dalam 1 buah pisang yang mengandung K-40 terdapat dosis radiasi sebesar 1 mikrosievert dengan berat buah 150 gr. Jika kalian memakan 7 buah pisang maka akan menerima dosis radiasi sebesar 7 mikrosievert. Jika berdasarkan hal ini apakah berbahaya bagi tubuh? Jelas tidak, kerena tubuh manusia menerima dosis yang diperbolehkan yaitu 1 milisievert/tahun.
K-40 yang terkandung dalam buah pisang tidak akan berbahaya bagi tubuh manusia jika di konsumsi dalam jumlah yang sewajarnya. Seperti yang dijelaskan bahwa k-40 dapat mmenjaga keseimbangan kandungan mineral didalam tubuh manusia.
Apakah radiasi itu selalu membahayakan bagi manusia? Radiasi ada yang berbahaya dan ada yang tidak. Berbagai macam radiasi tidak akan berbahaya bagi tubuh manusia, karena banyak jenis radiasi yang sangat bermanfaat bagi manusia. Perlu kalian ketahui bahwa radiasi sangat dekat dengan lingkungan sekitar yang bersumber dari radiasi alam.

Referensi
Suranto, 2020. Apakah radioaktif itu? Ini Pejelasan dari BATAN. http://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/438643/apakah-radioaktif-itu-ini-penjelasan-dari-batan. Di Akses Pada 20 Maret 2020 Pada Pukul 20.00 WIB

#NuklirAman
#MudaNuklir
#ResonansiKebaikan

Tim Redaksi Kommun









Nuklir saat ini untuk dan implementasi untuk mencerdaskan negeri

Halo Sahabat Nuklir!

Diskusi bersama Cak Mus 
Nuklir sangatlah identik dan erat kaitannya dengan ledakan bom, senjata pembunuh masal, dan sebuah teknologi yang mungkin banyak ditafsirkan masyarakat sebagai penyebab kemandulan. Data yang diperoleh oleh Komunitas Muda Nuklir Surabaya menyebutkan bahwa lebih dari 65% Siswa SMA/MA masih berfikir bahwa nuklir itu adalah bom dan senjata pembunuh. Setelah diselidiki lebih lanjut, hal ini tak lain karena sejak SD mereka diberikan gambaran sejarah bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu karena “Bom Atom” yang meluluh lantakan kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945. Pemahaman stigma buruk tentang nuklir dari usia dini terus terbawa hingga mereka dewasa bahkan memasuki usia senja. Secara acak telah dilakukan wawancara terhadap beberapa lansia, ternyata kaitan nuklir dengan hancurnya kedua kota di Jepang tersebut tak bisa dipisahkan.
Minggu adalah hari libur yang mungkin banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai waktu yang pas untuk beristiharat, berkumpul dengan keluarga, dan melakuakn quality time dirumah. Tapi tidak dengan teman-teman dari komunitas muda nuklir Surabaya (komboyo) bersama kampoeng dolanan dan juga kelereng research study (KRS) melakukan diskusi dan bincang-bincang tentang “Nuklir” pada 15 Maret 2020 bertepat di Selasar Fisika, ITS. Pembahasan dimulai dari pemaparan tentang stigma yang berkembang serta pemanfaatan dan implementasi dari iptek nuklir yang ada disekitar kita.
Dalam diskusi ini Anggun Puji Lestari selaku Koordinator Kommun Wilayah Surabaya menuturkan meski sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa nuklir adalah bom, tapi setelah terjadi proses edukasi tentang pemanfaatan nuklir dalam berbagai bidang, sebagian besar masyarakat mulai bisa memahami dan tidak sedikit pula yang heran jika tenyata teknologi tersebut adalah implementasi dari pengembangan iptek nuklir. Anggun mencontohkan ketika masyarakat mencoba rendang hasil irradiasi dengan rendang yang dijual di pasaran, memang dari segi rasa dan tekstrur tidak ada perbedaan. Namun ketika diperlihatkan tanggal pembuatan serta masa kadaluarsa dari produk rendang irradiasi, sebagian besar dari mereka tercengang dan takut akan sakit perut setelah mengonsumsinya. Namun dari study lapangan tersebut teman-teman komboyo meyakinkan bahwa tidak akan ada efek samping setelah mengonsumsi rendang tersebut. “Benar saja ketika beberapa hari berselang mereka bisa memberikan testimoni serta mengedukasikan pengalaman mencoba rendang irradiasi tersebut kepada masyarajat disekitar mereka” tutur Anggun.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Muhammad Arif Abidin selaku Direktur Teknologi dan Kebudayaan KRS. Dimana KRS sendiri bergerak dalam penelitian tentang teknologi nuklir dan pemanfaatannya lalu diimplementasikan dalam bentuk permainan tanpa mengesampingkan konten edukasi didalamnya. KRS telah melakukan pendataan terkait teknologi nuklir yang ternyata telah digunakan dalam berbagai bidang seperti pertanian, perkebunan, teknologi pangan, industri dan kesehatan. Dari berbagai bentuk penerapan teknologi nuklir tersebut lalu diimplementasikan dalam wujud sebuah permainan.“Bentuk permainannya sendiri adalah kartu Quarted yang bisa disebut dengan “4card Nuclear” dimana ada 4 kartu yang harus dikumpulkan dalam satu kategori, seperti kategori pertanian yang disitu terdapat kartu yang bergambarkan padi mugibat, pandan putri, sidenuk dan sulutan unsrat. Jadi pemain harus mengumpulkan 4 kartu tersebut untuk menyelesaikan satu kategori yaitu pertanian” Jelas Abidin.
Besar manfaat yang telah dirasakan sejak hadirnya permainan ini, respon dari para pemainnya juga beragam. Sebagian besar memang merasa mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang nuklir setelah memainkan permainan ini. Kebanyakan dari mereka juga bisa mengerti manfaat nuklir yang ternyata sudah banyak dimanfaatkan dalam berbagai sertor kehidupan. Dari sini mulai tumbuh pemikiran bahwa nuklir itu aman dan sudah ada didekat mereka, serta banyak sekali sisi positifnya.
Kartu 4D Nuklir
Dalam kesempatan yang sama pula, hadir Dicky Pratama selaku Ketua Umum Kommun Nasional. “Besar harapan terkait proses edukasi tentang nuklir beserta manfaat dan ilmplemetasinya agar bisa sampai menyasar setiap lapisan masyarakat utamanya grassroot, agar stigma buruk tentang nuklir bisa terus ditekan. Harapannya setiap wilayah kommun rutin melaksanakan bincang-bincang semacam ini agar selain menambah wawasan juga sebagai wadah komunikasi yang baik antar sesame anggota kommun” Sambungnya”
Hadir pula founder kampoeng dolanan, Mustofa Sam atau yang lebih akrab disapa Cak Mus. Dalam kesempatan ini cak mus memberikan materi tentang Capacity Building, lalu dilanjutkan dengan penulisan kekurangan dan kelebihan dari masing-masing perserta diskusi pada selembar kertas. Setiap peserta diminta untuk membacakan tulisannya tersebut, lalu diminta untuk menentukan langkah untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan kekurangan tersebut. Setiap peserta juga diminta untuk menuliskan apa yang ingin dilakukan, apa yang ingin dicari dan apa yang ingin didapat di Kommun.
Kommun Surabaya bermain Kartu 4D Nuklir
Selepas diskusi panjang yang cukup seru, akhirnya para peserta diskusi memutuskan untuk mengakhiri diskusi tersebut dan mulai memainkan “4card nuclear”. Gelak tawa dan sedikit perdebatan lucu mengiringi proses permainan ini mulai dari awal hingga akhir, yang ditutup dengan testimoni dari anggota baru komboyo tentang pemainan ini lalu diakhiri dengan foto bersama.

Tim Redaksi
Kommun

Komboyo bareng BATAN sambang nang Sekolah

Halo Sahabat Nuklir!

Antusias siswa SMAN 7 Surabaya sangat meriah sekali, ketika kelas motivasi di isi oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Komunitas Muda Nuklir Surabaya (komboyo). Siang yang menyengat di wilayah Surabaya tidak menyulutkan semangat para siswa kelas X IPA dan Bahasa untuk menerima informasi nuklir, radiasi dan manfaat. Sebanyak 267 siswa dengan serius menerima pemateri yang menerangkan proses paparan radiasi berdasarkan jarak, waktu dan pelindung. Ketika mendengar kata radiasi mereka beranggapan akan terjadi kemandulan dan kecacatan tubuh yang permanen.
Batan berkolaborasi dengan Komboyo menerangkan bahwa nuklir bukan tentang hal-hal negatif lagi, tetapi paparan radiasi bermanfaat jika disesuaikan dengan kebutuhan dan mengetahui nilai ambang batas dosis. Pemateri menerangkan begitu detail hingga membuat game agar nuklir menjadi hal yang positif, dengan melibatkan peserta untuk mencoba tester produk makanan dari hasil dari teknologi nuklir.
Peserta atau siswa SMAN 7 Surabaya yang pernah memasak dan memakan daging rendang mengajukan diri sebagai juri untuk menilai hasil produk teknologi nuklir.
"Rasanya enak, rempah-rempah terasa, kurang pedas, hingga kurang nasinya" berbagai komentar yang diberikan dari master chef rendang SMAN 7 Surabaya. Hampir tidak ada bedanya dengan rendang yang dimasak pada umumnya, bisa dikatakan 11/12 dengan rendang biasanya. Kemudian, BATAN dan KOMBOYO menerangkan bentuk teknologi nuklir bidang pangan iradiasi rendang sapi yang baru saja mereka makan merupakan makanan yang bisa awet hampir 2 tahun, dikarenakan bakteri/ mikroba yang menjadi peran utama pembusukan pada makanan telah dimatikan dengan proses penyinaran iradiasi nuklir dan tanpa merusak struktur kandungan/komposisi pada makanan dengan syarat kemasan makanan tidak rusak. 
Dari kegiatan ini para peserta kelas motivasi dan para master chef rendang SMAN 7 Surabaya paham bahwasanya nuklir sudah bukan tentang hal perang ataupun negatif lainya, melainkan teknologi nuklir mempunyai manfaat yang sangat luas. Tidak tentang iradiasi pangan saja, tapi bisa kesehatan, pertanian, perkebunan hingga industri.

Redaksi 
Kommun Surabaya 

Kenali Zat Radioaktif di BATAN Indah, Bahaya atau Tidak?

Halo Sahabat Nuklir!

Munculnya informasi mengenai temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah memicu keresahan pada masyarakat. Media pun menjadi ricuh dengan adanya hal tersebut. Penemuan zat radioaktif berawal dari pemantauan radioaktivitas yang dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada tanggal 30-31 Januari 2020 untuk menguji mobil RDMS – MONA di sekitar Jabodetabek. Kegiatan ini dilakukan rutin oleh BAPETEN untuk melakukan pemantauan. Secara umum nilai paparan radiasi yang terpantau menunjukkan batas normal. Salah satu tempat yang dipantau adalah perumahan batan indah yang wilayah nya berdekatan dengan lokasi Reaktor GA. Siwabessy. Pada saat dilakukan pemantauan, daerah tersebut mengalami kenaikan nilai paparan radiasi. Kenaikan nilai paparan radiasi berada di area tanah kosong di samping lapangan bola voli blok J. Kemudian tim melakukan pengecekan ulang dan menunjukkan bahwa nilai paparan radiasi di atas nilai normal.
Tindakan yang dilakukan oleh BAPETEN terkait dengan hasil temuannya yaitu mengirimkan surat resmi kepada kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Setelah mengetahui hal tersebut, pihak BATAN mengadakan rapat secara rutin untuk menindaklanjuti penanganan area yang terkontaminasi zat radioaktif. BAPETEN juga melakukan koordinasi dengan ketua RT setempat dan memasang safety perimeter dengan laju paparan radiasi yang tinggi. Dari pihak BATAN juga membentuk tim untuk mengatasi masalah tersebut dan melakukan pemetaan area yang terkontaminasi zat radioaktif. BATAN bersama tim Clean Up melakukan pekerjaan untuk membersihkan lahan yang terkontaminasi. Karena area yang terkontaminasi berada di lahan kosong, sehingga warga sekitar menimbulkan pertanyaan dengan apa yang dilakukan oleh tim Clean Up BATAN. Clean up merupakan proses pembersihan zat radioaktif dengan mengambil media yang terkontaminasi. Tapi sebelum itu mari kita cari tahu tentang Zat Radioaktif.
           Zat radioaktif merupakan jenis zat yang memiliki inti tak stabil. Dalam undang-Undang No. 10 tahun 1997 pasal 1 ayat 9 menjelaskan bahwa zat radioaktif adalah zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis zat lebih besar dari 70 kBq/kg (2 nCi/g). jika mengasumsikan zat radioaktif akan selalu berpikir bahwa itu adalah nuklir. Jika mengenal zat radioaktif seperti uranium yang digunakan sebagai bahan bakar nuklir maka itu akan berbahaya. Tapi tidak semua jenis zat radioaktif itu berbahaya dan mematikan. Kenali beberapa jenis-jenis zat radioaktif yang bermanfaat bagi manusia sebagai berikut :
1. Karbon 14 (C-14)
Karbon dimanfaatkan oleh para arkeolog untuk mengukur umur fosil flora dan fauna 
2.Cobalt 60 (Co-60)
Biasanya Co-60 digunakan dalam bidang kedokteran dan pangan. Bidang kedokteran digunakan untuk mendiagnosis tumor atau kanker yang berada pada tubuh manusia. Sedangkan bidang pangan untuk pemuliaan tanaman sehingga menghhasilkan benih padi yang unggul dan cepat panen. selain pertanian, cobalt-60 juga digunakan dalam bidang pertambangan untuk merunut alur-alur minyak yang ada di bawah tanah.
3. Uranium (U-238)
Bahan Uranium-238 biasanya digunakan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena bisa diubah menjadi zat plutonium. Uranium sendiri menghasilkan energi listrik secara komersial dan kepentingan bidang militer sebagai peledak
4.Natrium-24 (Na-24) 
Natrium-24 sering digunakan dalam bidang hidrologi terutama untuk mendeteksi kebocoran pipa didalam tanah dengan memancarkan sinar gamma. Natrium-24 juga bisa digunakan untuk menguji kecepatan dari aliran sungai atau lumpur biasanya penggunaannya dalam bentuk garam (NaCl) yang dilarutkan kedalam air atau lumpur. Na-24 juga digunakan dalam bidang kedokteran sebagai deteksi gangguan peredaran darah dalam tubuh manusia dengan penyuntikan NaCl ke dalam darah dan aliran darah.
5. Cesium 37 (Cs - 137)
Cs-137 merupakan zat radioaktif yang biasa digunakan dalam dunia industri dan perangkat medis.

Cesium 137 
Zat Radioaktif di Batan Indah ?
Setelah kita ketahui beberapa jenis zat radioaktif. Ternyata tidak semua zat radioaktif itu berbahaya, karena beberapa jenis zat radioaktif sangat bermanfaat bagi kehidupan. Jenis zat radioaktif yang ditemukan di perumahan Batan Indah adalah Cesium (Cs-137) maka ini menimbulkan pertanyaan dari mana zat radioaktif itu berasal. Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bahwa, zat radioaktif tersebut bukan berasal dari kebocoran reaktor melainkan berada di lahan kosong yang berlokasi tidak jauh dari reaktor G.A Siwabessy. Berdasarkan temuan BATAN bahwa tingkat paparan radiasi di lokasi adalah 149 Mikrosievert/jam. Ini merupakan nilai paparan radiasi yang tinggi, mengingat paparan yang diperbolehkan berkisar 0,03 – 0,05 Mikrosievert/jam.  Jika bahan radioaktif di biarkan maka akan berbahaya bagi masyarakat sekitar. Perlu diketahui bahwa zat radioaktif yang ditemukan berupa Cs-137 maka tanah lapisan atasnya akan mudah terkontaminasi.
Menurut Yasunari, etc. (2011) bahwa bahan Cesium 137 (Cs-137) jika menyerap lapisan tanah paling atas, maka membatasi penggunaan lahan, produksi pangan, untuk daerah yang terkontaminasi dalam kurun waktu yang lama. BATAN sudah sangat kompeten dalam hal ini sehingga melakukan clean up pada area tersebut dengan mengambil tanah di lokasi sedalam 10 cm, kemudian diukur paparannya. Setelah mengukur nilai paparan radiasi pada sampel tanah dan hasilnya menunjukkan masih tingginya paparan radiasi. Maka tim clean up menggali tanah yang sudah terkontaminasi sampai area tersebut benar-benar bersih dari Zat radioaktif Cs-137. Proses akhir dari clean up adalah memasukan tanah yang terkontaminasi Cs-137 kedalam drum sebanyak 638 drum dan diserahkan kepada PLTR yang bertanggung jawab dalam pengolahan limbah radioaktif. 

Proses Clean Up oleh BATAN
(Sumber : Badan Tenaga Nuklir Nasional)

Purnomo (Kepala Humas BATAN) mengataka bahwa BATAN melakukan WBC (Whole body Counting) untuk mengetahui tingkat paparan radiasi dengan mengambil 9 sampling dan hasilnya bahwa dri 9 orang yang berada di sekitar lokasi temuan kontaminasi 2 orang terkontaminasi interna yang artinya cesium sudah masuk dalam tubuh meskiun dalam skala yang kecil sebanyak 0,05 dan 0,12 mSv/tahun. "Hasil ini menuukkan bahwa tingkat paparan radiasi berada di bawah batas ambang kontaminasi masyarakat yaitu sebanyak 1 mSv/tahun"
Zat radioaktif sejatinya memiliki potensi bahaya yang sama termasuk Cs-137. hal ini bergantung pada 3 hal yaitu 1) aktifitas zat radioaktif tersebut yang berada di lokasi yang terpapar sudah hilang dengan cara clean up yang ditampung dengan drum, 2) paparan yang ditumbulkan oleh zat radioaktif tersebut dibawah ambang batas minimal, dan 3) terbungkus tidaknya zat radioaktif tersebut artinya bahwa selama zat radioaktif terbungkus sesuai dengan standar maka akan aman sedangkan Cs-137 yang ada di Perumahan Batan Indah sudah tidak terbungkus dan sifat Cesium 137 jika terkena air akan mudah larut bahkan bisa meresap kedalam permukaan tanah.
Standar penanganan dan pengawasan terhadap limbah radioaktif sebenarnya sudah diatur dalam undang-undang 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran, selain itu dalam pelaksanaan pengolahan limbah radioaktif juga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 58 tahun 2015 yang mengatur tentang keselamatan radiasi dan keamanan dalam pengangkutan zat radioaktif, dan pengelolaan limbah radioaktif juga diatur dalam PP nomor 61 tahun 2013. Dalam undang-undang tersebut telah jelas bahwa pihak yang mengelola limbah radioaktif, yakni badan pelaksana yang dalam hal ini adalah BATAN. Secara lebih rinci lagi aturan-aturan tentang keselamatan dan keamanan dalam pengangkutan zat radioaktif sudah diatur secara khusus, BATAN juga menerapkan SOP terkait pengelolaan limbah radioaktif dilakukan dengan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi.
Menurut Purnomo, untuk menangani hal ini agar tidak terulang lagi tentunya tidak bisa hanya dilakukan oleh BATAN, tetapi juga harus bersinergi dengan pihak dari BAPETEN. Hal ini dikarenakan dalam memperoleh, menggunakan, dan sampai proses penangan limbah zat radioaktif harus ada perizinan dari BAPETEN. Beliau juga menuturkan bahwa tingkat pengawasan dari BAPETEN masih harus ditingkatkan terutama dalam hal mengawasi masuknya zat radioaktif dari luar negeri secara illegal, karena pintu masuk negara kita baik udara dan laut sekitar 150 pintu masuk, bahkan bisa lebih. Namun dari sebanyak itu, sampai saat ini baru 6 pintu yang diberi fasilitas detektor zat radioaktif, sehingga negara harus extra keras untuk menanggulangi adanya peredaran dan pemanfaatan zat radioaktif secara illegal. Dalam diskusi tersebut beliau juga memaparkan bahwa kebanyakan zat radioaktif dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan kesehatan, didalam prakteknya tentu zat radioaktif ini akan menghasilkan limbah, diundang-undang dinyatakan bahwa pengelolaan limbah radioaktif itu dapat dilakukan dengan 2 metode yakni yang pertama dikembalikan ke negara asal artinya di re-ekspor, dan yang kedua diserahkan ke badan pelaksana yakni BATAN. Sebelum industri atau rumah sakit akan mengirim limbah ke BATAN, terlebih dulu dilakukan perizinan ke BAPETEN terkait pengangkutan limbah. Pengangkutan limbah radioaktif dari industri atau rumah sakit bukan dilakukan oleh BATAN namun penghasil limbah atau badan/institusi yang ditunjuk seperti contoh perusahaan penyedia jasa transportasi. Beliau juga menuturkan bahwa temuan zat radioaktif di lahan kosong tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian karena memang motif dari kejadian tersebut masih belum jelas. Namun dari pihak BATAN sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk meredam pemberitaan miring media, dan melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan yang meredam kekhawatiran masyarakat baik melalui media digital seperti akun social media dan website, diskusi langsung dengan masyarakat, dan diskusi online melalui media lainnya.
Besar harapan pihak BATAN kepada KOMMUN untuk ikut berkontribusi terkait kasus ini. Kontribusi itu dapat diwujudkan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kasus temuan ini telah ditangani oleh lembaga yang mempunyai kredibilitas di bidangnya. Untuk mengetahui proses dari perkembangan kasus ini, pihak BATAN terus mengupdate nya di instagram @badan_tenaga_nuklir_nasional. Selain itu, melalui jaringan dari KOMMUN pula, mari bersama saling bersinergi untuk menyakinkan kepada masyarakat bahwa seluruh fasilitas nuklir yang dimiliki BATAN telah dioperasikan dengan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi. Apabila pada nantinya oknum dari pihak BATAN atau BAPETEN yang terlibat dalam kasus ini, itu merupakan tindakan yang sifatnya pribadi, dan bukan atas nama institusi.
Salam,
Redaksi KOMMUN


Kegiatan KOMMUN Periode 2019/2020

Hai Sahabat Nuklir!
Wah, ga kerasa ya sebentar lagi KOMMUN bakalan ganti periode kepengurusan. Masih pada inget gak rentetan program kerja selama 2019/2020? Intip yuk kilas baliknya!

1. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS)
Dengan terpilihnya Ketua Umum KOMMUN Periode 2019/2020 atas nama Deka Dwi Rhamadani yang di pilih sevara aklamasi dari kegiatan Annual Meeting 2019 di Semarang. Karena telah terbentuknya Badan Pengurus Harian selama 1 kepengurusan makan selanjutnya melaksanakan RAKERNAS (Rapat Kerja Nasional). Rakernas merupakan kegiatan KOMMUN dalam rangka memaparkan Rencana Program Kerja selama 1 tahun kepengurusan. Tahun 2019 RAKERNAS dilaksanakan di BATAN Pasar Jumat yang di hadiri oleh Pembina KOMMUN, pengurus, dan perwakilan wilayah. Melalui kegiatan setiap pengurus memaparkan program kerja selama 1 kepengurusan. Tujuan dari RAKERNAS yaitu untuk meningkatkan kinerja KOMMUN dan mempererat internalisasi antar BPH serta wilayah selama kepengurusan. Kegiatan ini juga bersamaan dengan Buka Puasa bersama.
Foto Bersama
Buka Bersama dengan BATAN

2. Bincang-Bincang Nuklir (BBN) 
Kommun Palembang mengadakan Bincang-Bincang Nuklir online sebanyak 2 kali dengan tema yang berbeda. BBN 1 dengan tema Nuklir, Potensi untuk pemulian tanaman yang disampaikan oleh pemateri yang kompeten di bidangnya yaitu Mariana Y Maryono, M.Si (Peneliti muda pemulian tanaman di PAIR Batan) yang dipandu oleh moderator Sekretaris Wilayah Kommun Palembang 9Siti Aisyah). Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 176 orang, diharapkan melalui diskusi ini dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan iptek nuklir. Dan BBN online ke 2  mengangkat tema pemanfaatan nuklir di bidang farmasi (RADIOFARMAKA) dengan pemateri Veronika Yulianti Susilo, M.Farm (Peneliti Di pusat Teknologi Radioisotp Radiofarmaka (PTRR) BATAN) dengan peserta sebanyak 121 orang dan moderator yaitu Laras Purnama Sari Sekretaris Umum KOMMUN periode 2019/2020.

3. Nuclear Talks (NT)
Nuclear talks merupakan kegiatan talk show atau seminar yang mendiskusikan isu terkait dengan perkembangan IPTEK Nuklir.  NT dilakukan oleh KOMMUN wilayah Semarang dan KOMMUN wilayah Malang. NT KOMMUN Semarang mengangkat tema aplikasi teknologi nuklir dalam pembangkit energy fisika medis dan pemetaan lingkungan dengan pembicara Prof. Dr.Susilo, M.Si sebagai dosen Fisika UNNES, Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto sebagai Kepala Batan 2012-2018 dan Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA sebagai Inventor PT. Dipo Technology. Jumlah peserta sebanyak 90 orang dengan latar belakang ilmu yang berbeda-beda.
Nuclear Talks Kommun Semarang
Nuclear Talks (NT) Kommun Malang mengangkat tema Radiasi Nuklir Dalam Makanan, what do you think? dengan pemateri Risalatul Latifah, M.Si dosen Universitas Brawijaya Malang dan Riyanto Setya Oetomo, S.T Direktur PT. Gamma Mitra Lestari. Kegiatan ini di laksanakan di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dan dengan peserta sebanyak 76 orang.
Nuclear Talks Kommun Malang

4. Nuclear Education Training (NET)
NET merupakan kegiatan untuk memberikan pemahaman tentang nuklir kepada anggota KOMMUN. Kegiatan sangat penting, karena setiap sesi NET akan memberikan pembahasan yang berbeda-beda jadi anggota mendapatkan banyak pemahaman tentang perkembangan IPTEK nuklir.

Pemaparan dari Pemateri 
Foto Bersana dengan Peserta NET dan BATAN

5. Nuclear Goes To School (NGTS)
Nuclear Goes To School merupakan kegiatan edukasi nuklir dengan memberikan pemahaman tentang nuklir kepada siswa dan guru di sekolah. NGS menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat untuk memperkenalkan nuklir di dalam lingkup lingkungan sekolah. 

6. Annual Meeting (AM)
Seusai menjalani satu periode kepengurusan, Komunitas Muda Nuklir Nasional kini hadir untuk menyelenggarakan Annual Meeting KOMMUN 2020, yang diadakan pada tanggal 28 Februari – 1 Maret 2020.  Acara tersebut berlokasi di Hotel Mustika Sari, Batu Malang. Apa sih Annual Meeting itu sendiri? Annual Meeting yaitu rapat tahunan KOMMUN dari semua wilayah yang bertujuan untuk pembahasan kilas balik rentetan program kerja pada satu periode yang telah dilewati dan perencanaan untuk satu periode yang akan dijalani ke depan. Adapun pemilihan Ketua Umum KOMMUN Nasional periode 2020/2021. Pada kesempatan kali ini, KOMMUN  Malang bekerja sama dengan KOMMUN Surabaya untuk menjadi tuan rumah serta panitia pelaksana.
Pemaparan Grand Design Kommun  
Acara ini dihadiri oleh 8 wilayah yang terdiri dari KOMMUN Jember, Jogja, Semarang, Solo, Tangerang Selatan, dan Palembang. Atas suara sah dan sepakat, Dicky Pratama (KOMMUN Surabaya) terpilih dan mengemban jabatan sebagai Ketua Umum KOMMUN periode 2020/2021. 
Pelantikan Ketua Umum Kommun periode 2020/2021 
Tiga hari menjadi sebuah ajang penyatuan dari berbagai wilayah dengan segala aspek kebersamaan dan kekeluargaan. Annual Meeting ini juga dapat meningkatkan internalisasi dari keanggotaan KOMMUN itu sendiri. Apresiasi sebesar – besarnya atas antusias dan kontribusi yang luar biasa dari semua pihak. Tetap pada satu tujuan. Mengabdi dan mengedukasi. Untuk nuklir. Untuk negeri.
Keseruan outbond hari ke-3




Jumlah Anggota Komunitas Muda Nuklir Nasional 2013 - 2020

Semenjak awal terbentuknya Komunitas Muda Nuklir Nasional dari 2013 - 2020 yang terdiri dari 12 wilayah yaitu Jakarta, Tanggerang Selatan, Bandung, Bogor, Palembang, Semarang, Malang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat dan jumlah anggota paling banyak pada tahun 2017 yaitu 286 orang. Jumlah anggota yang terkecil pada tahun 2020 sebanyak 21 orang karena baru 1 wilayah yang melakukan Open Recruitment


Gambar : Jumlah Anggota Terbaru



Sejarah Kommun

SEJARAH PERJALANAN KOMMUN HINGGA SEKARANG
21 Maret 2020

KOMMUN (Komunitas Muda Nuklir Nasional) adalah komunitas yang memiliki kerangka kerja mewadahi aspirasi para pemuda yang peduli terhadap perkembangan IPTEK nuklir berskala nasional. Dalam bahasa Inggris KOMMUN adalah National Nuclear Youth Community of Indonesia (NNYC). KOMMUN mulai berdiri sejak tanggal 11 Februari 2013 yang berasas pada Pancasila, UUD 1945, UU Pemuda dan UU mengenai IPTEK Nuklir. 
Nama KOMMUN awalnya adalah Komunitas Nuklir Nasional (KNN), kemudian berubah menjadi KOMMUN pada saat Sidang KNN. Berdirinya KOMMUN berawal dari ide para mahasiswa penerima beasiswa BATAN yang berasal dari UI, UGM, ITB dan STTN dalam penyelenggaraan Nuclear Youth Summit (NYS) 2013. Kegiatan ini merupakan agenda besar skala nasional pertama KOMMUN yang bekerja sama dengan Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN, tepatnya diselenggarakan pada tanggal 23 – 25 Mei 2013 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Pada NYS pertama ini, sekaligus merupakan agenda peresmian KOMMUN.
Berikut Visi dan Misi KOMMUN:
Visi
Menjadikan KOMMUN sebagai wadah pengembangan dan sosialisasi IPTEK Nuklir yang tepat guna bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia. 
Misi
1.    Mengadakan kegiatan-kegiatan sosialisasi nuklir yang tepat akurat secara berkala, baik di lingkungan akademis maupun non-akademis; 
2.  Memberikan pemahaman yang tepat dan informasi berimbang mengenai perkembangan iptek nuklir beserta aplikasinya dalam kehidupan; 
3.     Menjalin hubungan yang baik dengan lembaga/instansi dan independen/sukarelawan; 
4.   Memperluas jaringan KOMMUN ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah keanggotaan yang mewakili setiap daerah di Indonesia, dan frekuensi kegiatan baik yang bersifat permintaan masyarakat maupun inisiatif internal; 
5.     Bekerja sama dengan lembaga nuklir dalam hal akademis (jika diperlukan), yakni pengetahuan, penelitian dan pengembangan iptek nuklir; 
6.   Menampung aspirasi pemuda mengenai permasalahan iptek nuklir untuk didiskusikan bersama sehingga dicapai sebuah solusi yang tepat dan aplikatif.

Dengan kehadiran KOMMUN diharapkan dapat meningkatkan minat pelajar di Indonesia untuk menguasai bidang teknologi nuklir serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri mahasiswa untuk siap bersaing dan menunjukkan karyanya yang bermanfaat di khalayak umum, serta menjadikan bangsa Indonesia sebagai negara yang maju dalam perkembangan IPTEK Nuklir
KOMMUN sudah berdiri selama 8 tahun, dan setiap tahun adanya pergantian kepengurusan. Berikut nama-nama Ketua Umum KOMMUN dari awal terbentuknya KOMMUN sampai sekarang. Ketua Umum KOMMUN yang pertama adalah Akhmad Aji Wijayanto yang saat itu adalah mahasiswa Teknik Nuklir UGM, yang menjabat dari 11 Februari 2013 – 27 September 2014. Pemilihan Ketua Umum pertama ini dilakukan dengan cara voting di ruang KPFT Fakultas Teknik UGM. Selain pemilihan Ketua Umum, pada saat itu pula pembahasan AD/ART KOMMUN yang disebut dengan Sidang KNN (Komunitas Nuklir Nasional) dilaksanakan, yang dihadiri oleh peserta dari UI, UGM dan STTN. KOMMUN awalnya berpusat di Yogyakarta, karena Ketua Umum yang menjabat pertama kali berdomisili disana. KOMMUN saat itu terdiri dari KOMMUN pusat dan KOMMUN ranting. KOMMUN ranting yang ada saat itu adalah KOMMUN ranting UI, KOMMUN ranting UGM, KOMMUN ranting ITB, KOMMUN ranting STTN, KOMMUN ranting UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan KMSN (Komunitas Mahasiswa Sadar Nuklir) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 
Kemudian pergantian kepengurusan dan Ketua Umum KOMMUN digantikan oleh Sayid Mubarok yang saat itu adalah mahasiswa Fisika UI, yang menjabat dari 27 September 2014 – 15 November 2015. Pergantian Ketua Umum ini dilaksanakan ketika gathering mahasiswa penerima beasiswa BATAN di Bumi Perkemahan Cibubur pada tanggal 11 Mei 2014. Sedangkan acara Serah Terima Jabatan dan pelaporan pertanggungjawaban pengurus dilakukan di gedung Jurusan Teknik Fisika UGM pada tanggal 27 September 2014. Dalam masa baktinya, Sayid Mubarok mengadakan NYS 2014 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta pada tanggal 22 – 24 November 2014.
Pada kepengurusan Sayid Mubarok juga dilaksanakan NYS 2015 pada tanggal 14 – 15 November 2015 di Hotel Savero Golden Flower, Bogor. NYS ketiga ini juga sekaligus dengan pelaksanaan pemilihan Ketua Umum selanjutnya yang dilakukan dengan cara seleksi dan voting. Terpilihlah Ganjar Putro Indratoro yang saat itu adalah mahasiswa Teknik Nuklir UGM sebagai Ketua Umum KOMMUN yang menjabat dari Januari 2016 – Februari 2017. 
Kemudian awal kepengurusan Ketua Umum ketiga, Ganjar Putro Indratoro, mengadakan Musyawarah Nasional pertama pada tanggal 9 – 10 Januari 2016 di Yogyakarta. Disitulah terjadinya perombakan AD/ART, salah satunya struktural komunitas. KOMMUN pusat ditiadakan, akan tetapi diubah menjadi Badan Pengurus Harian (BPH) KOMMUN yang terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris jenderal, Sekretaris I & II, Bendahara I & II, Kepala Biro PSDM, Kepala Departemen Kajian Ilmiah, Kepala Departemen Multimedia, Kepala Departemen Humas dan Kordinator Wilayah(Korwil). Setiap Kepala Departemen dan Kepala Biro di BPH KOMMUN tidak lagi memiliki staff (terjadi perampingan struktur), karena di setiap wilayah seorang Korwil sudah memiliki Pengurus Harian (PH). Pada periode kepemimpinan Ganjar Putro Indratoro, KOMMUN tersebar di 10 wilayah, yaitu di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Tangerang Selatan, Semarang, Palembang, Bogor, Solo dan Kalimantan Timur. Kemudian pada Annual Meeting 2017, diresmikanlah KOMMUN wilayah baru yaitu Surabaya, sehingga pada saat ini KOMMUN tersebar di 11 wilayah. Periode selanjutnya, Ketua umum yang terpilih adalah Arief Rahman Hakim dari KOMMUN Yogjakarta dan sekretaris Jenderal yaitu Farah Fathiaty Mardiyah dari KOMMUN Tanggerang Selatan. 
Pada peringatan ulang tahun KOMMUN ke-5, 11 Februari 2018, dilaksanakan Annual Meeting 2018 (AM 2018) di Tawangmangu, Solo. Pada AM 2018 diresmikan KOMMUN wilayah Kalimantan Barat yang sebelumnya menginduk ke Kalimantan Timur, namun pada periode ini KOMMUN wilayah Bogor tidak memiliki perwakilan pengurus (vakum), sehingga KOMMUN saat ini tetap tersebar di 11 wilayah. Adapun AM 2018 yang terpilih menjadi Ketua Umum adalah Indira Puspadewanty,  periode 2018/2019 telah melaksanakan rapat kerja nasional pada 10 Maret 2018 di Semarang.
Pada kepengurusan ini, melaksanakan kegiatan Nuclear Festival dengan tema Kontribusi nyata pemuda dalam diseminasi IPTEK Nuklir. Nuclear Festival merupakan serangkaian acara dengan pelaksanaan HUT BATAN yang ke 60. Kegiatan ini banyak terjalin kerja sama dengan penggiat nuklir tingkat international, salah satunya ROSATOM dan IYNC dan mengundang pemuda penggiat nuklir dari berbagai mancanegara. Ini adalah salah satu agenda terbesar KOMMUN yang di hadiri oleh seluruh perwakilan anggota KOMMUN wilayah.  Kemudian diakhir kepengurusan diadakan kegiatan Annual Meeting di Semarang pada tanggal. dan dalam pemilihan Ketua Umum dilakukan melalui aklamasi dan yang terpilih adalah Deka Dwi Rhamadani dari KOMMUN wilayah Tangerang Selatan.
Dengan terpilihnya ketua umum KOMMUN periode 2019/2020, maka langkah awal yang dilakukan yaitu meningkatkan penguatan internalisasi anggota KOMMUN wilayah yang tersebar di Indonesia. KOMMUN wilayah pada kepengurusan ini yang aktif ada 10 wilayah, yaitu Tanggerang Selatan, Semarang, Palembang, Yogjakarta, Solo, Malang, Surabaya, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Ada 3 wilayah yang belum ada perkembangan (vakum) yaitu Bandung, Bogor Dan Jakarta.  Tanggal 09 September 2019 di Hotel Ambarukmo, Yogjakarta melaksanakan kegiatan Nuclear Youth summit dengan tema Youth, Innovation Fo Better Future. Kegiatan ini terdiri dari seminar nasional dan internalisasi KOMMUN. Selanjutnya melaksanakan kegiatan Annual Meeting pada tanggal 28 Februari s.d 01 Maret 2020 di Hotel Mustika Sari, Kota Batu Malang. Dalam kegiatan ini mencapai suatu titik yang paling penting yaitu dengan terpilihnya Ketua Umum KOMMUN periode 2020/2021 yaitu Dicky Pratama dari KOMMUN wilayah Surabaya.
Inilah sejarah singkat tentang KOMMUN dari mulai terbentuk sampai sekarang. Selama perjalanan berdirinya KOMMUN sudah banyak kegiatan yang telah dilaksanakan demi menciptakan relasi dan mengedukasikan IPTEK nuklir kepada masyarakat. Dengan adanya peran pemuda khususnya KOMMUN diharapkan dapat turut serta menyebarluaskan informasi dan penerapan IPTEK nuklir dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam memberikan pengetahuan, pengalaman serta pemahaman tentang keilmuan nuklir.




 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes