BREAKING NEWS

Kenali Zat Radioaktif di BATAN Indah, Bahaya atau Tidak?

Halo Sahabat Nuklir!

Munculnya informasi mengenai temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah memicu keresahan pada masyarakat. Media pun menjadi ricuh dengan adanya hal tersebut. Penemuan zat radioaktif berawal dari pemantauan radioaktivitas yang dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada tanggal 30-31 Januari 2020 untuk menguji mobil RDMS – MONA di sekitar Jabodetabek. Kegiatan ini dilakukan rutin oleh BAPETEN untuk melakukan pemantauan. Secara umum nilai paparan radiasi yang terpantau menunjukkan batas normal. Salah satu tempat yang dipantau adalah perumahan batan indah yang wilayah nya berdekatan dengan lokasi Reaktor GA. Siwabessy. Pada saat dilakukan pemantauan, daerah tersebut mengalami kenaikan nilai paparan radiasi. Kenaikan nilai paparan radiasi berada di area tanah kosong di samping lapangan bola voli blok J. Kemudian tim melakukan pengecekan ulang dan menunjukkan bahwa nilai paparan radiasi di atas nilai normal.
Tindakan yang dilakukan oleh BAPETEN terkait dengan hasil temuannya yaitu mengirimkan surat resmi kepada kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Setelah mengetahui hal tersebut, pihak BATAN mengadakan rapat secara rutin untuk menindaklanjuti penanganan area yang terkontaminasi zat radioaktif. BAPETEN juga melakukan koordinasi dengan ketua RT setempat dan memasang safety perimeter dengan laju paparan radiasi yang tinggi. Dari pihak BATAN juga membentuk tim untuk mengatasi masalah tersebut dan melakukan pemetaan area yang terkontaminasi zat radioaktif. BATAN bersama tim Clean Up melakukan pekerjaan untuk membersihkan lahan yang terkontaminasi. Karena area yang terkontaminasi berada di lahan kosong, sehingga warga sekitar menimbulkan pertanyaan dengan apa yang dilakukan oleh tim Clean Up BATAN. Clean up merupakan proses pembersihan zat radioaktif dengan mengambil media yang terkontaminasi. Tapi sebelum itu mari kita cari tahu tentang Zat Radioaktif.
           Zat radioaktif merupakan jenis zat yang memiliki inti tak stabil. Dalam undang-Undang No. 10 tahun 1997 pasal 1 ayat 9 menjelaskan bahwa zat radioaktif adalah zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis zat lebih besar dari 70 kBq/kg (2 nCi/g). jika mengasumsikan zat radioaktif akan selalu berpikir bahwa itu adalah nuklir. Jika mengenal zat radioaktif seperti uranium yang digunakan sebagai bahan bakar nuklir maka itu akan berbahaya. Tapi tidak semua jenis zat radioaktif itu berbahaya dan mematikan. Kenali beberapa jenis-jenis zat radioaktif yang bermanfaat bagi manusia sebagai berikut :
1. Karbon 14 (C-14)
Karbon dimanfaatkan oleh para arkeolog untuk mengukur umur fosil flora dan fauna 
2.Cobalt 60 (Co-60)
Biasanya Co-60 digunakan dalam bidang kedokteran dan pangan. Bidang kedokteran digunakan untuk mendiagnosis tumor atau kanker yang berada pada tubuh manusia. Sedangkan bidang pangan untuk pemuliaan tanaman sehingga menghhasilkan benih padi yang unggul dan cepat panen. selain pertanian, cobalt-60 juga digunakan dalam bidang pertambangan untuk merunut alur-alur minyak yang ada di bawah tanah.
3. Uranium (U-238)
Bahan Uranium-238 biasanya digunakan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena bisa diubah menjadi zat plutonium. Uranium sendiri menghasilkan energi listrik secara komersial dan kepentingan bidang militer sebagai peledak
4.Natrium-24 (Na-24) 
Natrium-24 sering digunakan dalam bidang hidrologi terutama untuk mendeteksi kebocoran pipa didalam tanah dengan memancarkan sinar gamma. Natrium-24 juga bisa digunakan untuk menguji kecepatan dari aliran sungai atau lumpur biasanya penggunaannya dalam bentuk garam (NaCl) yang dilarutkan kedalam air atau lumpur. Na-24 juga digunakan dalam bidang kedokteran sebagai deteksi gangguan peredaran darah dalam tubuh manusia dengan penyuntikan NaCl ke dalam darah dan aliran darah.
5. Cesium 37 (Cs - 137)
Cs-137 merupakan zat radioaktif yang biasa digunakan dalam dunia industri dan perangkat medis.

Cesium 137 
Zat Radioaktif di Batan Indah ?
Setelah kita ketahui beberapa jenis zat radioaktif. Ternyata tidak semua zat radioaktif itu berbahaya, karena beberapa jenis zat radioaktif sangat bermanfaat bagi kehidupan. Jenis zat radioaktif yang ditemukan di perumahan Batan Indah adalah Cesium (Cs-137) maka ini menimbulkan pertanyaan dari mana zat radioaktif itu berasal. Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bahwa, zat radioaktif tersebut bukan berasal dari kebocoran reaktor melainkan berada di lahan kosong yang berlokasi tidak jauh dari reaktor G.A Siwabessy. Berdasarkan temuan BATAN bahwa tingkat paparan radiasi di lokasi adalah 149 Mikrosievert/jam. Ini merupakan nilai paparan radiasi yang tinggi, mengingat paparan yang diperbolehkan berkisar 0,03 – 0,05 Mikrosievert/jam.  Jika bahan radioaktif di biarkan maka akan berbahaya bagi masyarakat sekitar. Perlu diketahui bahwa zat radioaktif yang ditemukan berupa Cs-137 maka tanah lapisan atasnya akan mudah terkontaminasi.
Menurut Yasunari, etc. (2011) bahwa bahan Cesium 137 (Cs-137) jika menyerap lapisan tanah paling atas, maka membatasi penggunaan lahan, produksi pangan, untuk daerah yang terkontaminasi dalam kurun waktu yang lama. BATAN sudah sangat kompeten dalam hal ini sehingga melakukan clean up pada area tersebut dengan mengambil tanah di lokasi sedalam 10 cm, kemudian diukur paparannya. Setelah mengukur nilai paparan radiasi pada sampel tanah dan hasilnya menunjukkan masih tingginya paparan radiasi. Maka tim clean up menggali tanah yang sudah terkontaminasi sampai area tersebut benar-benar bersih dari Zat radioaktif Cs-137. Proses akhir dari clean up adalah memasukan tanah yang terkontaminasi Cs-137 kedalam drum sebanyak 638 drum dan diserahkan kepada PLTR yang bertanggung jawab dalam pengolahan limbah radioaktif. 

Proses Clean Up oleh BATAN
(Sumber : Badan Tenaga Nuklir Nasional)

Purnomo (Kepala Humas BATAN) mengataka bahwa BATAN melakukan WBC (Whole body Counting) untuk mengetahui tingkat paparan radiasi dengan mengambil 9 sampling dan hasilnya bahwa dri 9 orang yang berada di sekitar lokasi temuan kontaminasi 2 orang terkontaminasi interna yang artinya cesium sudah masuk dalam tubuh meskiun dalam skala yang kecil sebanyak 0,05 dan 0,12 mSv/tahun. "Hasil ini menuukkan bahwa tingkat paparan radiasi berada di bawah batas ambang kontaminasi masyarakat yaitu sebanyak 1 mSv/tahun"
Zat radioaktif sejatinya memiliki potensi bahaya yang sama termasuk Cs-137. hal ini bergantung pada 3 hal yaitu 1) aktifitas zat radioaktif tersebut yang berada di lokasi yang terpapar sudah hilang dengan cara clean up yang ditampung dengan drum, 2) paparan yang ditumbulkan oleh zat radioaktif tersebut dibawah ambang batas minimal, dan 3) terbungkus tidaknya zat radioaktif tersebut artinya bahwa selama zat radioaktif terbungkus sesuai dengan standar maka akan aman sedangkan Cs-137 yang ada di Perumahan Batan Indah sudah tidak terbungkus dan sifat Cesium 137 jika terkena air akan mudah larut bahkan bisa meresap kedalam permukaan tanah.
Standar penanganan dan pengawasan terhadap limbah radioaktif sebenarnya sudah diatur dalam undang-undang 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran, selain itu dalam pelaksanaan pengolahan limbah radioaktif juga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 58 tahun 2015 yang mengatur tentang keselamatan radiasi dan keamanan dalam pengangkutan zat radioaktif, dan pengelolaan limbah radioaktif juga diatur dalam PP nomor 61 tahun 2013. Dalam undang-undang tersebut telah jelas bahwa pihak yang mengelola limbah radioaktif, yakni badan pelaksana yang dalam hal ini adalah BATAN. Secara lebih rinci lagi aturan-aturan tentang keselamatan dan keamanan dalam pengangkutan zat radioaktif sudah diatur secara khusus, BATAN juga menerapkan SOP terkait pengelolaan limbah radioaktif dilakukan dengan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi.
Menurut Purnomo, untuk menangani hal ini agar tidak terulang lagi tentunya tidak bisa hanya dilakukan oleh BATAN, tetapi juga harus bersinergi dengan pihak dari BAPETEN. Hal ini dikarenakan dalam memperoleh, menggunakan, dan sampai proses penangan limbah zat radioaktif harus ada perizinan dari BAPETEN. Beliau juga menuturkan bahwa tingkat pengawasan dari BAPETEN masih harus ditingkatkan terutama dalam hal mengawasi masuknya zat radioaktif dari luar negeri secara illegal, karena pintu masuk negara kita baik udara dan laut sekitar 150 pintu masuk, bahkan bisa lebih. Namun dari sebanyak itu, sampai saat ini baru 6 pintu yang diberi fasilitas detektor zat radioaktif, sehingga negara harus extra keras untuk menanggulangi adanya peredaran dan pemanfaatan zat radioaktif secara illegal. Dalam diskusi tersebut beliau juga memaparkan bahwa kebanyakan zat radioaktif dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan kesehatan, didalam prakteknya tentu zat radioaktif ini akan menghasilkan limbah, diundang-undang dinyatakan bahwa pengelolaan limbah radioaktif itu dapat dilakukan dengan 2 metode yakni yang pertama dikembalikan ke negara asal artinya di re-ekspor, dan yang kedua diserahkan ke badan pelaksana yakni BATAN. Sebelum industri atau rumah sakit akan mengirim limbah ke BATAN, terlebih dulu dilakukan perizinan ke BAPETEN terkait pengangkutan limbah. Pengangkutan limbah radioaktif dari industri atau rumah sakit bukan dilakukan oleh BATAN namun penghasil limbah atau badan/institusi yang ditunjuk seperti contoh perusahaan penyedia jasa transportasi. Beliau juga menuturkan bahwa temuan zat radioaktif di lahan kosong tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian karena memang motif dari kejadian tersebut masih belum jelas. Namun dari pihak BATAN sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk meredam pemberitaan miring media, dan melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan yang meredam kekhawatiran masyarakat baik melalui media digital seperti akun social media dan website, diskusi langsung dengan masyarakat, dan diskusi online melalui media lainnya.
Besar harapan pihak BATAN kepada KOMMUN untuk ikut berkontribusi terkait kasus ini. Kontribusi itu dapat diwujudkan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kasus temuan ini telah ditangani oleh lembaga yang mempunyai kredibilitas di bidangnya. Untuk mengetahui proses dari perkembangan kasus ini, pihak BATAN terus mengupdate nya di instagram @badan_tenaga_nuklir_nasional. Selain itu, melalui jaringan dari KOMMUN pula, mari bersama saling bersinergi untuk menyakinkan kepada masyarakat bahwa seluruh fasilitas nuklir yang dimiliki BATAN telah dioperasikan dengan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi. Apabila pada nantinya oknum dari pihak BATAN atau BAPETEN yang terlibat dalam kasus ini, itu merupakan tindakan yang sifatnya pribadi, dan bukan atas nama institusi.
Salam,
Redaksi KOMMUN


Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes