BREAKING NEWS

Nuklir saat ini untuk dan implementasi untuk mencerdaskan negeri

Halo Sahabat Nuklir!

Diskusi bersama Cak Mus 
Nuklir sangatlah identik dan erat kaitannya dengan ledakan bom, senjata pembunuh masal, dan sebuah teknologi yang mungkin banyak ditafsirkan masyarakat sebagai penyebab kemandulan. Data yang diperoleh oleh Komunitas Muda Nuklir Surabaya menyebutkan bahwa lebih dari 65% Siswa SMA/MA masih berfikir bahwa nuklir itu adalah bom dan senjata pembunuh. Setelah diselidiki lebih lanjut, hal ini tak lain karena sejak SD mereka diberikan gambaran sejarah bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu karena “Bom Atom” yang meluluh lantakan kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945. Pemahaman stigma buruk tentang nuklir dari usia dini terus terbawa hingga mereka dewasa bahkan memasuki usia senja. Secara acak telah dilakukan wawancara terhadap beberapa lansia, ternyata kaitan nuklir dengan hancurnya kedua kota di Jepang tersebut tak bisa dipisahkan.
Minggu adalah hari libur yang mungkin banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai waktu yang pas untuk beristiharat, berkumpul dengan keluarga, dan melakuakn quality time dirumah. Tapi tidak dengan teman-teman dari komunitas muda nuklir Surabaya (komboyo) bersama kampoeng dolanan dan juga kelereng research study (KRS) melakukan diskusi dan bincang-bincang tentang “Nuklir” pada 15 Maret 2020 bertepat di Selasar Fisika, ITS. Pembahasan dimulai dari pemaparan tentang stigma yang berkembang serta pemanfaatan dan implementasi dari iptek nuklir yang ada disekitar kita.
Dalam diskusi ini Anggun Puji Lestari selaku Koordinator Kommun Wilayah Surabaya menuturkan meski sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa nuklir adalah bom, tapi setelah terjadi proses edukasi tentang pemanfaatan nuklir dalam berbagai bidang, sebagian besar masyarakat mulai bisa memahami dan tidak sedikit pula yang heran jika tenyata teknologi tersebut adalah implementasi dari pengembangan iptek nuklir. Anggun mencontohkan ketika masyarakat mencoba rendang hasil irradiasi dengan rendang yang dijual di pasaran, memang dari segi rasa dan tekstrur tidak ada perbedaan. Namun ketika diperlihatkan tanggal pembuatan serta masa kadaluarsa dari produk rendang irradiasi, sebagian besar dari mereka tercengang dan takut akan sakit perut setelah mengonsumsinya. Namun dari study lapangan tersebut teman-teman komboyo meyakinkan bahwa tidak akan ada efek samping setelah mengonsumsi rendang tersebut. “Benar saja ketika beberapa hari berselang mereka bisa memberikan testimoni serta mengedukasikan pengalaman mencoba rendang irradiasi tersebut kepada masyarajat disekitar mereka” tutur Anggun.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Muhammad Arif Abidin selaku Direktur Teknologi dan Kebudayaan KRS. Dimana KRS sendiri bergerak dalam penelitian tentang teknologi nuklir dan pemanfaatannya lalu diimplementasikan dalam bentuk permainan tanpa mengesampingkan konten edukasi didalamnya. KRS telah melakukan pendataan terkait teknologi nuklir yang ternyata telah digunakan dalam berbagai bidang seperti pertanian, perkebunan, teknologi pangan, industri dan kesehatan. Dari berbagai bentuk penerapan teknologi nuklir tersebut lalu diimplementasikan dalam wujud sebuah permainan.“Bentuk permainannya sendiri adalah kartu Quarted yang bisa disebut dengan “4card Nuclear” dimana ada 4 kartu yang harus dikumpulkan dalam satu kategori, seperti kategori pertanian yang disitu terdapat kartu yang bergambarkan padi mugibat, pandan putri, sidenuk dan sulutan unsrat. Jadi pemain harus mengumpulkan 4 kartu tersebut untuk menyelesaikan satu kategori yaitu pertanian” Jelas Abidin.
Besar manfaat yang telah dirasakan sejak hadirnya permainan ini, respon dari para pemainnya juga beragam. Sebagian besar memang merasa mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang nuklir setelah memainkan permainan ini. Kebanyakan dari mereka juga bisa mengerti manfaat nuklir yang ternyata sudah banyak dimanfaatkan dalam berbagai sertor kehidupan. Dari sini mulai tumbuh pemikiran bahwa nuklir itu aman dan sudah ada didekat mereka, serta banyak sekali sisi positifnya.
Kartu 4D Nuklir
Dalam kesempatan yang sama pula, hadir Dicky Pratama selaku Ketua Umum Kommun Nasional. “Besar harapan terkait proses edukasi tentang nuklir beserta manfaat dan ilmplemetasinya agar bisa sampai menyasar setiap lapisan masyarakat utamanya grassroot, agar stigma buruk tentang nuklir bisa terus ditekan. Harapannya setiap wilayah kommun rutin melaksanakan bincang-bincang semacam ini agar selain menambah wawasan juga sebagai wadah komunikasi yang baik antar sesame anggota kommun” Sambungnya”
Hadir pula founder kampoeng dolanan, Mustofa Sam atau yang lebih akrab disapa Cak Mus. Dalam kesempatan ini cak mus memberikan materi tentang Capacity Building, lalu dilanjutkan dengan penulisan kekurangan dan kelebihan dari masing-masing perserta diskusi pada selembar kertas. Setiap peserta diminta untuk membacakan tulisannya tersebut, lalu diminta untuk menentukan langkah untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan kekurangan tersebut. Setiap peserta juga diminta untuk menuliskan apa yang ingin dilakukan, apa yang ingin dicari dan apa yang ingin didapat di Kommun.
Kommun Surabaya bermain Kartu 4D Nuklir
Selepas diskusi panjang yang cukup seru, akhirnya para peserta diskusi memutuskan untuk mengakhiri diskusi tersebut dan mulai memainkan “4card nuclear”. Gelak tawa dan sedikit perdebatan lucu mengiringi proses permainan ini mulai dari awal hingga akhir, yang ditutup dengan testimoni dari anggota baru komboyo tentang pemainan ini lalu diakhiri dengan foto bersama.

Tim Redaksi
Kommun

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes