BREAKING NEWS

Teknologi Nuklir untuk Plastik Ramah Lingkungan

Halo Sobat Nuklir!
       Plastik adalah benda yang tidak asing bagi kehidupan manusia, bahkan ketika bayi baru lahir pun sudah dekat dengan keberadaan plastik, entah itu dari botol dot yang dipakainya atau dari kemasan popok yang ibunya beli. Eksistensi plastik sudah tidak perlu ditanyakan lagi di kalangan pendududuk bumi.
      Plastik mempunyai banyak manfaat sehingga banyak digunakan. Selain karena mudah dibentuk, plastik juga tergolong ringan, isolator yang baik, transparan, mudah diberi warna, murah, dapat dijadikan barang tiruan dari kayu, gelas atau logam, tahan terhadap zat kimia tertentu, serta tahan terhadap temperatur dingin hingga hangat dan beberapa jenis plastik ada yang tahan terhadap temperatur tinggi di atas titik didih air. Sekitar satu abad yang lalu, kebutuhan plastik terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan ekonomi.
       Dibalik keunggulan dari  plastik sehingga marak digunakan, akhir-akhir ini meruak issue limbah plastik yang meresahkan alam dan lingkungan. Hal ini disebabkan tak lain dan tak bukan karena sifat dari plastik yang sukar diurai. Perlu waktu beberapa ratus tahun agar plastik dapat terurai sempurna. Plastik sulit terurai di alam karena plastik yang terbuat dari minyak bumi memiliki ikatan kimia antar molekul yang sangat kuat dan tidak mudah larut dalam air sehingga jasad renik atau bakteri sulit untuk menguraikan atau memakan molekul plastik.
       Banyak langkah dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut, karena jika dibiarkan dan tidak ada pencegahan, bisa saja beberapa puluh tahun ke depan keberlangsungan makhluk hidup di bumi akan terganggu oleh keberadaan limbah plastik. Mulai dari mengurangi penggunaan kantong belanja berbahan plastik hingga mengganti bahan-bahan yang berasal dari plastik menjadi bahan yang lebih ramah lingkungan dan dapat diurai.
       Baru-baru ini banyak inovasi mengenai pembuatan plastik, misi yang dibawa adalah merubah dari yang tadinya tidak ramah lingkungan menjadi “lebih” ramah lingkungan. Salah satunya dengan membuat plastik menggunakan bahan bebasis komposit limbah tapioka dengan campur tangan teknologi nuklir. Pati dari limbah tapioka merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan alfa-glikosidik yang terdiri dari amilosa dan amilopeptin, unit glukosanya mudah terhidrolisa oleh asam maupun enzim, karena adanya gugus hidroksil dalam jumlah besar. Enzim bisa dari bakteri, fungi, tumbuhan atau hewan. Mudah terhidrolisanya ikatan unit glukosa tersebut menyebabkan pati dipakai sebagai biodegradable inisiator pada pembuatan plastik ramah lingkungan.
      Komposisi dari plastik ramah lingkungan tersebut terdiri atas limbah tapioka, polimer hidrofobik dan bahan alami lainnya. Radiasi sinar gamma yang digunakan adalah untuk mengikat polimer alam dengan polimer sintetis secara kimiawi melalui radikal bebas. Radikal bebas terbentuk hasil interaksi radiasi gamma atau berkas elektron dengan bahan yang diiradiasi.
Mengapa menggunakan nuklir?
      Karena dengan memakai teknologi nuklir (radiasi sinar gamma khususnya), reaksi polimerisasi bisa berlangsung lebih cepat, lebih powerful dan yg paling penting lebih ramah lingkungan. Seperti yang kita tahu sinar gamma tidak ada tambahan chemical lain laiknya proses polimerisasi konvensional ygn menggunakan banyak chemical sehingga limbahnya juga menjadi masalah baru lagi. Selain itu teknik kopolimerisasi radiasi tergolong lebih sederhana, aman, cepat dan praktis.

Referensi
Tim Redaksi
Kommun

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes