BREAKING NEWS

LAPORAN KEGITAN BBN “Masa Depan Energi Nuklir Atas Hadirnya RUU Omnibus Law” Jumat 15 Mei 2020

Halo Sobat Nuklir!
(Sumber : https://www.instagram.com/p/CAKb0tIBdaz/)
Bincang-Bincang Nuklir merupakan kegiatan diskusi dari KOMMUN Tangsel dengan suatu pemateri utama yang ahli dalam suatu disiplin ilmu mengenai nuklir dan isu-isu terkait nuklir dengan tema yang berbeda untuk setiap pelaksanaanya. Tujuan dari kegiatan ini adalah membahas isu nuklir dan memberikan edukasi kepada masyarakat seputar nuklir, yang diselenggarakan pada hari jumat, 15 Mei pukul 22.00-22.00 WIB.
Dalam bincang-bincang nuklir kali ini dilakukan secara online melalui google meet yang membahas tentang kebijakan energi nuklir terkait munculnya RUU Omnibus Law. Pemanfaatan energi nuklir untuk listrik, masuk dalam draft RUU Omnibus Law dan menjadi pro kontra terhadap masyarakat. Berkaitan dengan wacana pembahasan RUU Omnibus Law, KOMMUN Tangsel bermaksud untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai Masa Depan Energi Nuklir atas Hadirnya RUU Omnibus LAW.
Peserta dalam diskusi kali ini diikuti oleh kurang lebih 184 peserta dari berbagai kalangan yang tertarik isu nuklir dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Hal ini melebihi target kami yang memperkirakan hanya 50 orang peserta. Dari grafik dibawah  ini,  bisa  dilihat  83,2%  merupakan   pendaftar  non-  anggota  KOMMUN sedangkan 16,8% merupakan anggota dari KOMMUN. Hal ini sesuai dengan target kami yaitu peserta dari kalangan umum yang menjadi sasaran kegiatan BBN Online ini.
Selanjutnya untuk kalasifikasi pendaftar berdasarkan usia, bisa dilihat dari grafik 2. Bahwasanya rentang usia 22 tahun mndominasi dengan angka 13,6%. Kemudian untuk rata-rata usia pendaftar adalah 20 tahun dengan angka 12,5%. Hal ini sesuai dengan target kami, yaitu pendaftar berasal dari kalangan muda.
Klasifikasi pendaftar berdasarkan bidang pendidikan bisa dilihat grafik 3 dibawah ini. Bahwasanya bidang pendidikan non- nuklir sebesar 82,6% sedangkan bidang pendidikan nuklir menempati angka 17,4%. Hal ini sesuai dengan target kami, yaitu kalangan muda yang tidak memiliki bidang nuklir didalamnya. Sehingga, kegiatan BBN ini dapat mengedukasi masyarakat yang tidak memiliki bidang nuklir dalam pendidikannya.
Narasumber yang diundang untuk membahas masalah ini adalah DR. H. Kurtubi, SE., M.Sp., M.Sc yang merupakan ahli Energi dan mantan Anggota DPR RI dan Dahlia Cakrawati Sinaga, MT yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengaturan Pengawasan Instalasi  dan  Bahan  Nuklir  BAPETEN.  Kurtubi  dalam  pemaparannya  menjelaskan dengan   adanya   pergantian   UU  Nomor  10   tahun  1997   tentang  ketenaganukliran merupakan kesempatan untuk membangun PLTN, dan diharapkan Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045, sehingga pertumbuhan ekonomi harus didorong semaksimal mungkin yang dikukung oleh energi nuklir.

Selanjutnya,  pemaparan  yang  kedua  disampaikan  oleh  Dahlia  C  Sinaga  MT. dalam kesempatannya, beliau menjelaskan terkait dampak dari RUU Cipta Kerja pada Regulasi Ketenaganukliran. Dahlia menyampaikan antara lain bahwa sektor ketenaganukliran yang merupakan bagian dari klaster perizinan berusaha membuka peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan usaha dalam bidang ketenaganukliran secara luas, antara lain pertambangan bahan galian nuklir, penggunaan sumber radiasi pengion, riset ketenaganukliran dan pertambangan ketenaganukliran secara luas. Hal ini sejalan dengan semangat RUU Cipta Kerja untuk menumbuhkan dan mendorong usaha di Indonesia.
Setelah penjelasan materi selesai disampaikan  oleh narasumber, peserta harus mengisi post-test yang diberikan oleh panitia sebagai syarat pemberian sertifikat. Post- test  ini  bertujuan  untuk  mengukur  pemahaman  eserta  tentang  materi  yang  telah disampaikan. Berikut tingkat pemahaman para peserta berdasarkan tanggapannya.

Berdasarkan grafik diatas, dapat diketahui bahwa sebanyak 86% peserta memahami materi tentang isu nuklir dalam tataran RUU Omnibus Law. Hal ini berdasarkan pada responden peserta pada saat post-test. Dari 184 responden, sebanyak  158 orang merespon dan memahami materi yang disampaikan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa RUU Cipta Kerja pada regulasi ketenaganukliran merupakan bagian dari klaster perizinan yang berusaha membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membuka peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan usaha dalam bidang ketenaganukliran, sehingga pertumuhan ekonomi harus didorong semaksimal mungkin untuk terwujudnya hal tersebut dengan didukung oleh energi nuklir yang terbukti aman dan  murah.   Acara  BBN  ini  memberikan  para  peserta  dan  anggota  KOMMUN pemahaman   baru   menenai   hubungan   energi   nuklir   terhadap   omnibus   law   serta bagaiamana  cara  menyikapi  terkait  hal  berikut.  Peserta  yang  hadir  dalam  acara  ini melibihi ekspektasi sehingga dalam hal ini bisa dikatakan berhasil.

Salam
Redaksi Kommun

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes