BREAKING NEWS

Mengenal NORM dan TENORM : Radiasi yang Ada di Industri non-Nuklir

Halo Sobat Nuklir!

 Ditulis Oleh :

Amanda Dhyan Purna Ramadhani, S.Si.

Kommun Semarang

Dalam dunia IPTEK Nuklir, istilah NORM dan TENORM sering kali menjadi perbincangan. Lalu apa sebenarnya arti dari kedua istilah tersebut?. International Atomic Energy Agency (IAEA) menyebutkan bahwa NORM adalah kependekan dari Naturally Occuring Radioactive Material, sedangkan TENORM adalah Technology-Enhanched Naturally Occuring Radioactive Material. Secara mudahnya, NORM bisa disebut sebagai bahan radioaktif yang secara alami ada di bumi seiring dengan proses terbentuknya alam semesta. NORM dapat ditemukan dimana saja, baik dalam tubuh, makanan, dan lingkungan (Wisnubroto, 2005). Dalam material bangunan juga terkandung NORM yaitu dalam gypsum, keramik, granit, dan semen. (Afifi, 2006). Bahan radioaktif yang ada di lingkungan, baik di tanah ataupun di bebatuan umumnya memiliki aktivitas yang rendah. Kebanyakan dari NORM yang ada di dalam bebatuan atau tanah yaitu gas radon (Rn-222) yang berupa material pemancar partikel alpha yang berasal dari peluruhan gas radium-236. Kemudian ada gas radium (Ra-226) yang merupakan hasil peluruhan uranium dengan waktu paruh 1600 tahun. Disamping itu ada gas Rn-220 atau disebut thoron adalah hasil peluruhan thorium. Gas radon merupakan gas paling berat dan cukup berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik. Terlebih lagi, gas ini tidak berbau, dan tidak berwarna pada tekanan ruang sehingga sulit dideteksi, tetapi apabila didinginkan hingga membeku, radon akan berubah warna menjadi kuning, dan radon cair akan berubah menjadi merah jingga. Selama gas ini tidak keluar dari tanah dan tidak dijumpai manusia, maka gas ini tidak membahayakan manusia. Lalu, apa yang dapat menyebabkan gas ini keluar dari tanah?.


Gambar 1. Proses Pembentukan limbah NORM dari eksplorasi cadangan minyak dan gas
      Sumber : https://www.at-minerals.com/en/artikel/at_2012-09_NORM_TENORM_1478558.html


         
NORM bisa saja keluar dari tanah melalui 2 cara, yaitu secara alami dan buatan. Secara alami, NORM bisa keluar akibat aktivitas teknonik seperti gempa bumi, tsunami, atau tanah longsor. Sedangkan, secara buatan yakni dengan campur tangan manusia. Kita telah ketahui bahwa TENORM adalah NORM dengan technology-enhanched. TENORM adalah bahan radioaktif yang mengalami peningkatan kandungan radioaktivitas akibat kegiatan manusia atau proses teknologi. Meskipun kadar NORM sangat rendah, namun NORM bisa menjadi sangat tinggi apabila mengalami campur tangan proses teknologi. Proses teknologi yang dimaksud adalah kegiatan mengangani, menyimpan, mengangkut, dan mengolah. Fokus TENORM adalah pada limbah hasil proses industri yang dapat berupa debu radioaktif atau gas radon. Ada 9 sektor industri non nuklir yang sering dikaji yaitu, industri fosfat, pupuk fosfat dan kalium karbonat, batu bara, produksi minyak dan gas, pengolahan air bersih, produksi energi geothermal, industri kertas dan pulp, dan scrap metal. 

Salah satu contohnya yaitu dalam industri minyak dan gas. Selama proses pengolahan bahan baku minyak dan gas, dalam keadaan beroperasi, potensi bahaya adalah dari sinar gamma yang dipancarkan oleh TENORM dalam pipa, katup, bajana, dan lain lain. Namun pada kondisi terbuka akan berpotensi mendapat paparan langsung dari bahan tersebut. Pada industri batu bara menghasilkan abu batubara yang secara alami mengandung uranium dan thorium, maka abu batu bara yang bereterbangan secara otomatis memiliki potensi paparan radiasi. Bahkan, ada kemunginan bahwa radionuklida tersebut lebih banyak terkandung pada abu batu bara dibanding dalam batu bara itu sendiri. Pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan batu bara menghasilkan 10% abu yang berpotensi tersebar. 20% nya adalah bottom ash dan slag, sedangkan 75% nya adalah abu terbang.


Gambar 2. Potensi Paparan Radiasi dalam Proses Industri Minyak dan Gas

Sumber : https://www.easindo-sukses.com/post/2016/02/04/apa-itu-norm-dan-te-norm


Regulasi terkait TENORM di Indonesia

         Indonesia memiliki sebuah badan yang mengawasi tentang tenaga nukliran yaitu Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). BAPETEN memiliki fungsi salah satunya adalah pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan tenaga nuklir. BAPETEN telah mengeluarkan Perka BAPETEN no. 9 tahun 2009 tentang intervensi terhadap paparan yang berasal dari technologycally enhanched naturally occuring radioactive material yang berlaku untuk kegiatan di bidang energi dan sumber daya mineral, dan industri. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa penghasil TENORM harus melakukan analisis keselamatan radiasi yang meliputi:

  • Jenis dan proses kegiatan yang dilaksanakan
  • Jumlah atau kuantitas TENORM
  • Jenis dan tingkat konsentrasi radionuklida, dan
  • Paparan radiasi dan/atau kontamunasi tertinggi di permukaan TENORM

Batasan yang diberikan untuk tingkat kontaminasi adalah sama dengan atau lebih kecil dari 1 Bq/cm2 dan atau konsentrasi aktivitas sebesar 1 Bq/gr untuk tiap radionuklida anggota deret uranium dan thorium, atau 10 Bq/gr untuk kalium. Radionuklida yang digolongkan dalam TENORM pada peraturan ini meliputi Pb-210, Ra-226, Ra228, Th-228, Th-230, Th-234, dan/atau Po-210.

Upaya Pengendalian TENORM

            Masyarakat industri telah menyadari bahwa proses industri menyebabkan NORM menjadi TENORM, sehingga sudah banyak industri yang melakukan upaya mereduksi limbah industri menjadi TENORM dengan manajemen limbah yang baik. 

  • Thermo-chemi-nuclear conversion technology (TCT)

        Metode ini dapat diaplikasikan pada industri minyak dan gas. Kelebihan dari metode ini adalah dapat mengubah air limbah menjadi bahan bakar dan energi terbarukan, berikut adalah gambar proses pengolahan limbah minyak dan gas dengan metode TCT.

Gambar 3. Proses Pengolahan Limbah Minyak dan Gas dengan Metode TCT (ALNabani, 2017)

  • Single and mixed micelles solutions

Metode yang digunakan dalam upaya pengendalian limbah ini yaitu menggunakan campuran micellar dan menggunakan alat bernama katrorman thermostate mechanical shaker kemudian diuji menggunakan spektroskopu detektor Germanium High Purity (HPGe). Setelah diuji dan dianalisa, metode ini ekeftif digunakan karena terbukti mampu untuk mendekontaminasi TENORM (Attallah, 2019).

 

Masih banyak lagi metode lainnya yang digunakan dalam industri untuk mengandalikan TENORM. Memang benar, TENORM dapat sangat membahayakan manusia utamanya kesehatan manusia apabila konsentrasi TENORM mencapai ambang batas yang ditentukan. Namun, kegiatan industri harus tetap berjalan untuk melangsungkan roda ekonomi dan memasok energi untuk bangsa. Disamping itu, peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang tetap harus diperhatikan dan dipatuhi. Sistem pengolahan limbah harus dilaksanakan secara maksimal untuk mereduksi polusi baik yang berupa emisi karbon maupun TENORM. Riset harus terus dikembangkan untuk mendapatkan energi sebesar-besarnya dengan efektif dan bersih.

 DAFTAR PUSTAKA

  1. Afifi, E.M.El., Hilal, M.A., Khalifa, S.M., Aly, H.F. (2006). Evaluation of U, Th, K and Emanated Radon on Some NORM and TENORM Samples
  2. ALNabhani, Khalid., Khan, Faisal., Yang, Ming. (2017). Management of TENORMs produced during oil and gas operation. Journal of Loss Prevention in the Process Industries 47 page 161-168
  3. Attallah, M.F., Hamed, Mustafa M., Afifi, E.M.El. (2019). Remediation of Tenorm Scale Waste Generated from Petroleum Industry using Single and Mixed Micelled Solution. Journal of Molecular Liquid 294
  4. BAPETEN (2009) Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 9 Tahun 2009 tentang Intervensi Terhadap Paparan yang Berasal dari Technologycally Enhanched Naturally Occuring Radioactive Material.
  5. Wisnubroto, Djarot Sulistio (2003). Studi NORM dan TENORM dari Kegiatan Industri Non Nuklir. 'Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah' Volume 6 No. 2 Desember 2003 (ISSN:1410-9565)
  6. https://www.iaea.org/topics/radiation-safety-norm
  7. https://www.easindo-sukses.com/post/2016/02/04/apa-itu-norm-dan-te-norm
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_radioaktif
  9. https://id.wikipedia.org/wiki/Radon





Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes