BREAKING NEWS

WHAT WE NEED TO KNOW ABOUT REAKTOR TRIGA

 Halo Sobat Nuklir!

Kali ini kita akan membahas Reaktor Riset Triga. Nah seperti apa Reaktor Riset Triga itu? 

Reaktor serba guna G.A. Siwabessy milik Badan Tenaga Atom (BATAN), Puspiptek, Tangerang, Banten -- MI/Susanto
            Reaktor nuklir merupakan sistem tempat terjadinya reaksi nuklir reaksi berantai fisi (pemisahan atom) dimulai, dipertahankan dan dikendalikan. Berdasarkan fungsi, reaktor nuklir dapat dibagi menjadi dua yaitu reaktor yang berfokus untuk riset dan reaktor untuk komersil yang berfokus pada produksi listrik.

Dalam perkembangannya, reaktor riset nuklir telah menjadi instrumen penting dan menarik untuk pengembangan neutron penerapan mulai dari ilmu dasar hingga teknologi tinggi dalam berbagai bidang, termasuk biologi, fisika, ilmu material, teknik astronotika dan ilmu kebumian. Kemajuan pengembangan reaktor nuklir dapat kita lihat hasilnya hingga sekarang seperti memproduksi isotop medis untuk pencitraan dan pengobatan kanker dan untuk melakukan penelitiannya.

Reaktor riset nuklir TRIGA (Training, Research, Isotopes, General Atomics) merupakan reaktor penelitian yang pertama kali dikembangkan yang telah dipasang sejak 1950-an. Konsep TRIGA berawal pada Agustus 1955, ketika internasional besar konferensi, disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang penggunaan energi atom untuk damai, diadakan di Jenewa, Swiss. Dikembangkan mengikuti Presiden AS sebagian besar reaktor nuklir dibangun pada akhir 1950-an hingga awal 1980-an di 23 negara berbeda, dan banyak di antaranya terus beroperasi dengan sukses selama hampir 60 tahun.

General Atomics telah mengembangkan enam desain penelitian dan pengujian reaktor; semua yang didasarkan pada prinsip keselamatan yang melekat untuk acara penyisipan reaktivitas memanfaatkan bahan bakar UZrHx, dan semuanya di bawah merek dagang terdaftar TRIGA. Desain dasar reaktor TRIGA adalah kolam terbuka, air ringan dengan moderasi reaktor, menggunakan desain elemen bahan bakar moderator dan bahan bakar campuran homogen. Semua enam desain dasar yang telah dibuat oleh General Atomics yaitu:

1. TRIGA Mark I reactor design

2. Modifications and additions to the original Mark I design

3. TRIGA Mark II reactor designs

4. TRIGA Mark III reactor designs

5. Annular core pulsed reactor design

6. High power TRIGA reactor designs

Dalam aplikasinya, terdapat juga beberapa keuntungan dan kerugian selama proses operasi. Keuntungan-keuntungan penggunaan reaktor ini meliputi:

1. Biaya modal rendah:. Perkiraan untuk reaktor kurang dari 30 kW US $ 1–1,5 juta  untuk                 reaktor yang paling sederhana hingga reaktir terpasang. 

2. Biaya operasi rendah: Biaya operasi tahunan reaktor TRIGA berada pada kisaran ratusan ribu                 dolar AS. Biaya tahunan untuk persediaan habis pakai, seperti sebagai filter, kapsul iradiasi dan              pakaian pelindung, diperkirakan sebesar US $ 10.000–15.000.

3. Pembakaran rendah: Karena daya operasi rendah dan umur inti yang besar dari jenis bahan                     bakar, pembakaran bahan bakar sangat kecil dan sebagian besar reaktor di kelas ini memiliki                  inti mendekati 'seumur hidup'. 

4. Mudah dioperasikan: Reaktor dengan desain sederhana ini mudah dioperasikan dan                                 membutuhkan pelatihan operator yang relatif singkat. 

5. Keamanan: Reaktor tipe TRIGA secara inheren aman untuk penyisipan reaktivitas peristiwa                  karena koefisien suhu negatif yang besar dan cepat dari Bahan bakar UZrHx

6. Persyaratan penahanan dan tapak yang kurang ketat: Karena rendah persediaan produk fisi dan               retensi produk fisi persyaratan keamanan untuk kelas reaktor ini kurang lebih mudah                               dibandingkan             dengan  yang lain.

7. Keserbagunaan: Reaktor ini sangat cocok untuk kegiatan pelatihan karena fleksibilitas operasi               (waktu startup sekitar 3 menit). Misalnya fleksibilitas untuk memulai, mematikan atau                      mengubah             daya operasi biasanya tidak ditemukan di reaktor yang lebih besar.

Adapun kerugian dari reaktor TRIGA yaitu

1. Produksi radioisotop terbatas: Banyak dari reaktor TRIGA awal dibangun sebagai reaktor daya rendah (100-250 kW) yang dibangun terutama untuk pendidikan dan pelatihan, dan tempat produksi radioisotop dalam jumlah besar dibatasi karena karakteristik waktu paruh pendek.

2. Penggunaan neutron beams yang terbatas

3. Penggunaan terbatas untuk aplikasi pengujian bahan dan bahan bakar: Jelas karena daya yang rendah, reaktor ini tidak cocok untuk banyak eksperimen iradiasi material dan pengujian bahan bakar.

Referensi

  • P. K. Bhowmik, S. K. Dhar, and S. Chakraborty. Operation and Control of TRIGA Nuclear Research Reactor with PLC. International Journal of Information and Electronics Engineering, Vol. 3, No. 6, November 2013

  • G. Espinosaa,*, J.I. Golzarria , R. Raya-Arredondob , S. Cruz-Galindob , L. Sajo-Bohusc. Triga Mark III reactor operating power and neutron flux study by Nuclear Track Methodology. 26th International Conference on Nuclear Tracks in Solids, 26ICNTS

  • INTERNATIONAL ATOMIC ENERGY AGENCY VIENNA, 2016. HISTORY, DEVELOPMENT AND FUTURE OF TRIGA RESEARCH REACTORS .Technical Reports Series No. 482

 Sumber gambar

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes