BREAKING NEWS

Pemuda dalam Sosialisasi IPTEK Nuklir

Halo Sobat Nuklir!

Nah kali ini mimin mau menyampaikan sekilas terkait Webinar Kolaborasi antara HIMNI, Batan dan Kommun dengan tema "Pemuda dalam Sosialisasi IPTEK Nuklir". Kuy mari kita simak.. 😋

 

Kesesahan dari Firda Tri Lestari ( Kordinator Wilayah Kommun Tangerang Selatan) sebagai calon guru 😁

Keresahan sebagai calon guru terhadap Implementasi Pendidikan Terhadap Sosialisasi IPTEK Nuklir.

1.     Kurangnya materi IPTEK Nuklir dalam standar isi kurikulum

Berbicara tentang Pendidikan tidak terlepas dari kurikulum. Kurikulum menjadi modal utama dalam sebuah pembelajaran, dari tahun ke tahun kurikulum selalu mengalami perkembangan dan perubahan. Pendidikan IPTEK Nuklir ini sudah dimuat dalam Kurikulum atau pelajaran IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia) terutama pada jenjang SMA. Permasalahan yang diasumsikan terjadi itu berkaitan dengan kurikulum, apakah materi IPTEK Nuklir ini dalam standart isi telah memadai, apakah metode pembelajaran telah menunjang dalam penyampaian IPTEK Nuklir.

Hal inilah yang menjadi latar belakang masalah menjadi calon guru. Yang pertama adalah Kurangnya materi IPTEK Nuklir, Materi nuklir dalam pembelajaran kimia itu masih ada di kurikumlum KTSP, akan tetapi semenjak kurikulum KurTiLas diberlakukan akhirnya materi radioaktifitas sudah hilang dan hanya di kelas 10 saja materi tentang atom dan  kestabilan atom. Dan yang ke-dua adalah Metode dan Media Pembelajaran belum menunjang dalam penyampaian IPTEK Nuklir.

2.      Pemuda Edukasi Nuklir

Yang pertama, Bahan ajar IPTEK Nuklir belum diketahui secara umum, sebagai Pemuda Edukasi Nuklir harus punya persiapan untuk mengedukasi masyarakat. Kita harus tau bahan ajar IPTEK Nuklir yang sudah dikembangkan itu seperti apa. Ke-dua , Media Edukasi IPTEK Nuklir jarang digunakan pada saat sosialisasi. Ke-tiga, belum bisa mensosialisasikan Nuklir sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari,.

Saran

  • Menggunakan media edukasi IPTEK Nuklir sederhana 
  • Menggunakan Metode dan pendekatan yang bisa diintegrasikan IPTEK Nuklir 
  • Mengenali dan membuat bahan ajar IPTEK Nuklir 
  • Menyebarluaskan IPTEK Nuklir sesuai disiplin  ilmu yang dipelajari

Penyampaian Materi Oleh Fitriyuni Miralda S, S.Pd

“Sosialisasi IPTEK Nuklir Dalam Dunia Pendidikan”

Berbicara tentang Pendidikan Nuklir di sekolah, ada 8 Kompetensi Global (8 Global Competencies) yang harus dikuasai oleh seluruh peserta didik.

Basic

  • Struktur Atom
  • Radiasi  
  • Reaksi Fisi dan Fusi 
  • Dampak radioaktif pada Lingkungan
  • Sejarah IPTEK Nuklir
  • Risk and Safety

Aplikasi 




  • Aplikasi pada sumber energi Kesehatan, industri, pertanian dan lingkungan
  • Karir di Bidang Nuklir

Pendidikan Nuklir di Indonesia sudah banyak yang di reduksi (dikurangi) tapi bukan menjadi hal yang kemudian menjadi masalah untuk kita (guru). Hal tersebut menjadi tantangan untuk para guru, bagaimana mereka bisa menyampaikan informasi kepada peserta didik agar tidak kekurangan satu informasi apapun bisa dengan pendekatan, metode, dsb. Untuk mengubah mindset peserta didik yang salah pemahaman terkait Nuklir dapat disosialisasikan dengan mengenalkan benda atau hal-hal yang dapat memaparkan radiasi yang ada disekitar kita.

Jika di Indonesia ada Pendekatan saintifik (5M) disana lebih di kenal dengan 5E (Engage , Explore, Explain, Elaborate, Evaluate) lalu di tambah lagi dengan (Elicit dan Extend) menjadi 7E. Elicit adalah Ketika kita mencoba mengambil materi dari pembelajaran yang lalu agar mereka mengingat, hal ini bebarengan dengan Engage  di sini biasa diberikan berupa video, secret bag. Explore disini mereka bisa mengeksplorasi internet, jurnal, buku paket . Explain jika mereka sudah mendapat informasi dari semua itu mereka akan saling menjelaskan nanti akan didapat konsepnya infonya yang benar-benar valid dan kesimpulan yang pas. Elaborate  dia bisa meneliti kembali agar materinya terkerucut. Evaluate bisa siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru ke siswa atau dengan expert. Extend jika sudah didapat konsep yang benar mereka bisa memperpanjang lagi misalnya mereka menggabungkan dengan mata pelajaran lain . Pendekatan terhadap Pembelajaran Nuklir  sebaiknya ada STEM ( Science, Technology, Engineering, and Math) yakni melaksanakan pembelajaran yang bisa membentuk karakter peserta didik. Karakternya adalah sebagai berikut :

  • Mengenali sebuah konsep atau pengetahuan (Science) 
  • Menerapkan pengetahuan tersebut dengan keterampilan (Technology) 
  • Menciptakan atau Merancang suatu cara (Engineering) dengan 
  • Analisa dan  berdasarkan perhitungan data matematis (Math)  dalam rangka memperoleh solusi atas penyelesaian sebuah masalah

Pendekatan STEM 

Konsep -> Menerapkan -> Menciptakan -> Analisa-> Solusi

 

Penyampaian Materi Oleh Adipurwa Muslich, S.Si

“Edukasi Nuklir”

 

✅Program Edukasi Nuklir

  • Informasi Berimbang, informasi yang ada di program edukasi adalah tentang bagaimana kita mewujudkan bahwa nuklir memiliki banyak manfaat sekaligus menjelaskan risikonya yang bisa kita tangani.
  • Sistem Edukasi Formal, ketika ingin memasuki domain edukasi BATAN tidak bisa sendiri oleh karena itu dilakukan kolaborasi ± 10 tahun dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan KEMENDIKBUD (Mereview dan mengajukan Proposal tentang kurikulum IPTEK Nuklir). 
  • Pemain Kunci, yang bisa menyampaikan bahwa nuklir tidak hanya sebagai bom atom akan tetapi masih memiliki manfaat yang besar, yang harus diketahui oleh para siswa. 
  • Investasi Jangka Panjang

✅Ragam Aktivitas

✒Kerjasama Kurikulum  

  • Melakukan secara sistemik, mencoba mereview melihat seperti apa topik-topik nuklir yang ada di dalam buku pelajaran siswa SMA IPA. Hasilnya adalah banyak topik yang terlalu sulit untuk dipelajari, kemudian masih berfokus kepada hal yang bersifat rumit, dan tidak adanya contoh bahwa nuklir dapat diaplikasikan.
  • Penataan Topik Nuklir, dengan cara purpose perubahan atau revisi kurikulum, mengharapkan agar ada kurikulum nuklir.
  • Produksi Buku Pintar

 ✒Penguatan Kapasitas

  • Pelatihan Guru IPA
  • Pengetahuan radiasi
  • Aplikasi nuklir
  • Sharing bahan ajar
  • Teknik mengajar inovatif
  • Kupas kurikulum
  • Workshop guru/educator 
  • IAEA RAS0079
  • Introduksi nuklir bagi guru dan siswa se- Asia dan Pasifik 
  • Pembuatan bahan ajar, praktikum 
  • Regional Training Course 
  • Pembuatan Lesson Plan topik nuklir

Nuclear Goes To School 

  • Guest teacher 
  •  Eksperimen sederhana, memberikan pemahaman bahwa kita hidup bersama radiasi 
  • Edu – games

✒Kunjungan Edukasi

  •  11.OOO orang per tahun
  • Siswa, guru dan mahasiswa
  • Presentasi, diskusi, lab/facility visit, lembar tugas sekolah

Beasiswa Preservasi (meningkatkan minat generasi muda untuk belajar Nuklir dan kemudian hari   menjadi bagian dari ketenaga nukliran)

  • Menjaga regenerasi keilmuwan
  • Diaspora SDM nuklir
  • Mengenalkan prospek karir
  • Embrio Kommun

 ✒Produksi Materi

Augmented Reality

Virtual Reality

Eksperimen Cloud Chamber

Cara kerja PLTN

Tour Digital Reaktor  G.A Siwabessy

Untuk melihat jejak partikel radiasi

Mutasi DNA

Praktikum dengan benda sederhana

Terapi Kanker

Dapat dilakukan di kelas

Iradiasi Pangan

Ionisasi, jenis partikel, dll

Aman digunakan (tanpa sumber RA)

 

✒Impact

Kerjasama dengan sektor pendidikan menghasilkan efek sistemik

 

✒Langkah Kedepan

  1. Fokus pada penguatan kapasitas dan kerja sama sektor akademi 
  2. Optimalisasi Digital
  • Kunjungan virtual
  • Nusaki Eduland 
    • Pelatihan guru virtual (web) 
    • Pojok Ilmu 
    • Tutorial eksperimen sederhana 
    • Pemanfaatan nuklir
  • Kalkulator Radiasi (web)

Penyampaian Materi Oleh Ir. Ester Wijayanti, M.T

"Pendidikan Tinggi dalam Sosialisasi IPTEK Nuklir: Peran Program Studi Teknik Nuklir UGM"

  • Sebenarnya, Nuklir itu ada didalam tubuh manusia. 
  • Tubuh manusia itu memancarkan radiasi, yang berarti mengandung radioaktif. 
  • Di perguruan tinggi (khususnya prodi Nuklir), mempunyai kewajiban untuk melakukan diseminasi nuklir.
  1. Sosialisasi IPTEK Nuklir melalui Pendidikan ( Kognitif, Afektif, dan Psikomotor)
  2. Sosialisasi IPTEK Nuklir dibidang Penelitian
    • Advanced nuclear reactor 
    • Limbah radioaktif
    • Fisika medis
    • Nuclear safety, Security, and Safeguards
    • Lingkungan
    • Instrumentasi, Sensor, dan Telekontrol

  3.  Sosialisasi IPTEK Nuklir melalui Pengabdian Masyarakat
  • Melakukan penyuluhan tentang nuklir. Topik penyuluhan tersebut, diantaranya: Teknologi nuklir, PLTN, Bahan nuklir, Pengolahan sumber radiasi dan Pemanfaatan sistem deteksi, dsb 
  • Menyebarkan informasi tentang IPTEK nuklir melalui radio swasta di Yogyakarta. 
  •  Melakukan diseminasi IPTEK nuklir serta Pelatihan keamanan nuklir. 
  • Membuat buku pedoman praktis tentang radiologi, radioterapi, dan kedokteran nuklir, juga membuat buku saku tentang keamanan nuklir.

 

 

 

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Komunitas Muda Nuklir Nasional. Designed by OddThemes